|
Buana Katulistiwa - Dengan kekayaan keanekaragaman hayati, bentang alam yang indah dan eksotis termasuk sebagai “menara air” Borneo, serta memiliki keunikan budaya suku Dayak Kaharingan, menjadikan Pegunungan Muller, di perbatasan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah pantas menjadi Natural World Heritage (Warisan Alam Dunia) sekaligus Cultural World Heritage (Warisan Budaya Dunia).
Seperti dijelaskan oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Endang Sukara kepada pers, di Jakarta, Kamis (13/10) UNESCO menetapkan syarat sebuah kawasan menjadi Natural World Heritage apabila kawasan itu dapat menjadi contoh utama tahapan sejarah bumi dan signifikan dalam berlangsungnya proses geologi, serta proses biologi dan ekologi dalam evolusi kehidupan.
Selain itu Pegunungan Muller juga memiliki fenomena alam estetik dan indah, serta keanekaragaman hayati dan spesies yang terancam dan bernilai bagi ilmu pengetahuan.
Hal itu dibuktikan setelah LIPI mengirimkan delapan tim ekspedisi ke kawasan ini, selama tiga tahun yaitu 2003-2005, untuk menginventarisir kekayaan alam yang ada di Pegunungan Muller.
“Kami akan berkoordinasi dengan Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Dephut, serta Kementerian LH untuk terus mendorong dikukuhkannya Muller sebagai Warisan Alam Dunia. Dengan begitu, Muller dapat diselamatkan dari degradasi hutan yang sangat cepat di Kalimantan, serta diselamatkan dari kehilangan berbagai spesies endemik dan langka,” kata Endang.
Ekspedisi Muller berkait dengan KepMenko Kesra no 14/Kep/Menko/Kesra/V/2002 tentang Pembentukan "Tim Penyiapan dan Pengusulan Perubahan Status Pegunungan Muller menjadi Natural World Heritage, dan LIPI menjadi Pengkaji Kelayakannya.
Endang menuturkan, tim ekspedisi LIPI telah mencatat jenis flora dan fauna kategori endemik (yang hanya ada di Kalimantan), kategori langka dan baru, sebagai paru-paru dunia . juga sebagai menara air Borneo yang menjadi hulu dari berbagai sungai besar di Kalimantan yakni Kapuas, Mahakam dan Barito.
Jika usulan ini disetujui UNESCO, pegunungan Muller akan menjadi warisan alam dunia yang kelima yang dimiliki Indonesia setelah Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Komodo, Daerah Aliran Sungai Membramo dan Pegunungan Lorentz.(bj) Powered by AkoComment! |