Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Pawisata Indonesia Bidik Pasar Timur Tengah
Pawisata Indonesia Bidik Pasar Timur Tengah Cetak E-mail
Selasa, 27 Juni 2006
Buana Katulistiwa-Indonesia, melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) kini tengah mengupayakan langkah serius untuk meraih wisatawan asal negara-negara di kawasan Timur Tengah. Konon, wisatawan asal kawasan ini kini mengalihkan perhatian ke destinasi Asia menyusul pengetatan kunjungan orang-orang dari Timteng ke AS dan Eropa.

Seperti dijelaskan Menbudpar Jero Wacik kepada pers, di Jakarta, Senin (26/6), Indonesia akan membidik pasar turis Timteng ini seperti apa yang sudah terlebih dahulu dilakukan Malaysia, dan negara-negara lain di kawasan ASEAN seperti Thailand dan Singapura.

Untuk menyatukan berbagai langkah ke arah itu, Depbudpar kemudian bermaksud menggelar simposium "Strategi Pemasaran Pariwisata di Kawasan Timur Tengah 2006-2009" yang akan menghadirkan Wapres Jusuf Kalla sebagai pembicara kunci, dan pembicara lain seperti Alwi Shihab, utusan Presiden untuk Timteng dan pembicara dari perusahaan agen perjalanan dari Arab Saudi.

Berdasarkan informasi yang dikutip Jero Wacik dari Middle East News Online , wisatawan Arab dari negara-negara Timur Tengah membelanjakan sekitar 12 juta dolar AS setiap tahun. Outbound Arab Saudi mengeluarkan kurang lebih dari 6,7 juta dolar AS setiap tahun atau sebesar lima persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

Disamping itu, kecenderungan berwisata ke luar negeri bagi bangsa-banga Arab tidak hanya didorong oleh tingginya pendapatan per kapita-nya tetapi juga didukung oleh masa libur yang panjang yakni mulai Juni-September. Disamping dua musim liburan pendek yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Dikatakan, wisatawan Arab Saudi mendominasi perjalanan ke luar negeri hingga mencapai 70 persen, yakni 4,8 juta orang setiap tahunnya, Uni Emirat Arab sebanyak 1,6 juta orang, Kuwait sebanyak 1,3 juta orang, Bahrain sebanyak 400 ribu orang dan Oman sebanyak 700 ribu orang.

Sementara rata-rata lama tinggal wisatawan pada setiap kunjungan adalah tiga minggu sehingga tidak heran jika wisman asal Timteng menjadi incaran banyak negara khususnya di ASEAN.

Data kunjungan wiswan asal Timur Tengah pada tahun 2004 dan 2005 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, tercatat bahwa pada tahun 2004 jumlah kunjungan ke tiga negara tersebut secara berturut-turut adalah ke Malaysia sebanyak 100.873 orang, Singapura sebanyak 69.800 orang dan Thailand sebanyak 292.680 orang.

Untuk tahun 2005, jumlah kunjungan wisman Timteng ke Malaysia menjadi 95.093 orang pada periode Januari-September, ke Singapura sebanyak 53.723 orang dan Thailand sebanyak 177.796 orang periode Janauri-Oktober. Kunjungan wisman Timur tengah ke Indonesia pada periode yang sama adalah 38.337 orang dan meningkat menjadi 40 ribu orang pada tahun 2005.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com