|
Buana
Katulistiwa-
Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan koreksi
atas titik nol garis khatulistiwa. Perpindahan patok baru yang sementara ini
terbuat dari tiang PVC berfondasi beton, disambut meriah dengan berbagai
atraksi yang dihadiri Walikota Pontianak Buchary Abdurrachman, Rabu (23/3).
Tim
BPPT dari Jakarta menghitung posisi sebenarnya
Tugu Khatulistiwa, selama sepekan sampai 23 Maret di Pontianak. Posisi sesungguhnya dari garis 0
derajat 0 menit dan 0 detik lintang Khatulistiwa (Ekuator); serta, posisi
sebenarnya dari 0 derajat 0 menit dan 0 detik lintang (utara/selatan) serta 109
derajat 20 menit dan 0 detik bujur timur yang masih tertera dalam tugu
peninggalan tahun 1928 itu.
Seorang
anggota tim menjelaskan, untuk menentukan lokasi di garis Khatulistiwa di Kota Pontianak, tim BPPT
menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu global
positioning system (GPS) dan stake-out.
Hal
pertama yang dilakukan adalah menentukan dua buah titik ikat dengan GPS di
sekitar tugu, kemudian dilanjutkan dengan post-processed. Data hasil
pengukuran GPS diikatkan ke titik GPS internasional di Badan Koordinasi Survei
dan Pemetaan Nasional (Cibinong, Jawa Barat) dan Universitas Teknologi Nanyang,
Singapura.
Setelah
kedua titik diikat, dihitung komponen sudut dan jarak untuk menentukan posisi
tepat terletak di lintang 0 derajat (Khatulistiwa). Kemudian, kedua besaran
dicari di lapangan dengan alat total station.
Hasil
pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini
di 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit,
19,9 detik bujur timur.
Ia
mengatakan, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau
tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari tugu. Di tempat itulah kini
dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis
barat-timur ditandai dengan tali rafia.
Mengenai
posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109
derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT,
titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah
rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.
Tim
BPPT mengharapkan perkembangan pengukuran posisi itu didokumentasikan agar
menjadi pembelajaran bagi generasi berikut untuk terus memperbaiki kinerja dan
menggali potensi di sekitar Tugu Khatulistiwa. (*/bj) Powered by AkoComment! |