|
Buana Katulistiwa - Setelah ditunda pada 10 November lalu, peluncuran satelit Telkom-2 kembali dihadapkan pada penundaan 24 jam dari jadwal yang disusun sebelumnya yaitu pada Minggu (13/11). Alasannya, ada kerusakan pada “ground equipment” pengisian bahan bakar kendaraan peluncur.
Selain satelit komersial milik Telkom, Ariane direncanakan akan meluncurkan juga satelit Spaceway-2 milik operator telkom Amerika,DirecTV.
Dalam siaran pers PT Telkom, disebutkan bahwa penundaan sekurang-kurangnya 24 jam dari rencana semula itu ditempuh setelah didahului adanya pertemuan antara tim teknis Arianespace, PT Telkom Indonesia dan DirecTV untuk membahas dan mengkoordinasikan posisi akhir rencana peluncuran yang meliputi persiapan roket peluncur, kesiapan tim kru di stasiun bumi dan kondisi cuaca setempat.
Ditegaskan siaran pers itu, satelit Telkom-2 sendiri tidak mengalami masalah apapun, demikian pula dengan kendaraan peluncur, yaitu roket peluncur milik Perancis, Ariane-5 ECA.
Penundaan peluncuran pada 10 November akibat kerusakan “servomotor” roket peluncur Ariane 5 ECA.
Satelit Telkom 2 akan beredar di orbit 118 derajat BT dengan kapasitas 24 transponder dan berbobot 1.975 kg. Satelit ini memiliki umur operasi 15 tahun ini, dan akan menggantikan satelit Palapa B4 yang masa operasinya telah habis sejak Mei 2003.
Peluncuran satelit Telkom-2 bernilai sekitar 170 juta dolar AS itu, tertunda beberapa kali sejak November 2004, Januari 2005, berturut-turut April, Juni, September, Oktober, dan November 2005.
Peluncuran satelit Telkom-2 diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi “backbone” yang meliputi layanan telekomunikasi saluran langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.(bj) Powered by AkoComment! |