Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow INA-TEWS Terus Disempurnakan: wawancara dengan Ir. Santosa Yudo Warsono, M.Sc.
INA-TEWS Terus Disempurnakan: wawancara dengan Ir. Santosa Yudo Warsono, M.Sc. Cetak E-mail
Kamis, 29 Desember 2005
ImageBuana Katulistiwa - Patut disyukuri bahwa Indonesia kini telah memiliki sistem peringatan dini tsunami sendiri. Hal ini tidak lepas dari kerja keras pemerintah dengan lembaga-lembaga terkait seperti BPPT, BMG, Bakosurtanal, Kementerian Ristek, LIPI, dan lain-lain serta lembaga akademik seperti ITB dan UGM, yang dalam setahun ini telah membangun Indonesia-Tsunami Early Warning System (INA-TEWS) yang didukung oleh negara Jepang, China, Jerman dan Perancis.

Pada Pameran Nasional Siaga Bencana dalam rangka mengenang 1 Tahun bencana Tsunami yang berlangsung di Museum Nasional (26/12 s/d 27/12) kemarin, reporter Geografiana.com berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan salah seorang penyusun buku “Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia, Mengenang Bencana Tsunami 26 Desember 2004” yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Ristek, yaitu Ir Santosa Yudo Warsono, MSc. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Kajian Keunggulan Iptek dan Industri. Berikut petikannya:

Bagaimanakah koordinasi INA-TEWS?

INA TEWS terdiri atas tiga komponen utama, yaitu komponen observasi, komponen integrasi dan diseminasi informasi, dan komponen kesiapsiagaan masyarakat. Komponen integrasi terdiri dari monitoring gempa (BMG) dan monitoring permukaan air laut (Bakosurtanal dan BPPT). Hasil monitoring tersebut di-integrasikan dalam komponen integrasi dan diseminasi informasi yang terpusat di national center BMG Jakarta di bawah koordinasi Kementerian Ristek. Dalam hal ini, BMG berperan sebagai lembaga operasional yang berwenang untuk menekan tombol sistem peringatan.

Mengapa Kementerian Ristek yang menjadi pusat koordinasi TEWS?

Karena TEWS ini terdiri dari komponen-komponen berteknologi tinggi, yang membutuhkan penanganan dan pemeliharaan yang serius dengan didukung oleh SDM berkompeten di bidangnya. Saat ini, Kementerian Ristek bekerjasama dengan ITB, UGM dan BPPT masih mengembangkan simulasi modelling tsunami, dengan simulasi tsunami Kota Padang sebagai ujicobanya. Teknologi ini akan terus dikembangkan selama tahun 2006 nanti, dan diharapkan setelah Kota Padang, daerah-daerah lain di Indonesia akan menyusul.

Apakah yang menjadi problema utama TEWS?

Yang menjadi problema adalah database modelling tsunami itu sendiri. Hingga saat ini database pengamatan yang bersifat real time sudah dicapai oleh masing-masing instansi tersebut, namun untuk integrasi antar komponen secara real time masih terus dikembangkan. Dalam tahun 2005 ini kami dalam tahap pendesainan, dan diharapkan tahun 2006 nanti dapat diterapkan di lapangan. Untuk simulasinya, kemarin kami telah ujicobakan di Kota Padang dengan menggunakan data dummy. Data dummy yang digunakan bukan sembarang data, melainkan berdasarkan gempa pada 1833 yang terjadi di patahan bawah laut sebelah barat daya Kota Padang. Simulasi ini telah berhasil mengintegrasikan data dari sistem monitoring tersebut, sehingga dalam jangka waktu kurang dari 10 menit masyarakat sudah mendapatkan tanda bahaya datangnya tsunami. Namun penyiapan kesiagaan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, dan untuk ke depannya, alangkah baiknya di setiap daerah rawan didirikan posko khusus untuk pusat informasi bahaya bencana.

Sudah sejauh manakah sosialisasi TEWS?

Berkaitan dengan komponen kesiapsiagaan masyarakat, di Kota Padang telah dilakukan pemetaan jalur evakuasi apabila terjadi tsunami. Pemetaan ini dilakukan secara partisipatif (melibatkan masyarakat setempat), untuk menentukan rute-rute penyelamatan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Padang oleh karena kota ini tergolong rawan terkena tsunami. Kondisi fisiknya yang landai dan terletak di tepi pantai membuatnya sangat rentan terhadap gelombang tsunami. Selain itu, masyarakat dan PEMDA setempat juga memiliki kemauan untuk melaksanakan kegiatan ini, sebab berdasarkan penelitian dan prediksi sains, tsunami berikutnya akan terjadi di kota tersebut, walaupun belum bisa dipastikan kapan waktu tepatnya. Ditargetkan pada tahun 2006 nanti, Bakornas bekerjasama dengan Depdagri sudah mulai dapat mensosialisasikan program serupa di daerah-daerah rawan tsunami lainnya di Indonesia. Namun diharapkan, masyarakat dan pemerintah daerah setempat juga turut proaktif dalam peningkatan kesadaran akan bahaya tsunami, sehingga kesiagaan daerah bila terjadi tsunami dapat ditingkatkan hingga skala nasional. Jadi, jangan hanya menunggu pemerintah untuk aktif ke daerah. Apabila daerah sudah merasakan perlu untuk melakukan program sosialisasi, kami siap membantu.

Apa kelebihan dari INA TEWS?

Kejadian bencana tsunami di Indonesia telah turut membawa manfaat kepada negara-negara di sekitar Samudera Hindia. Sebab, keberadaan TEWS di Indonesia adalah yang pertama di sekitar Samudera Hindia, sehingga negara-negara tersebut bisa mendapatkan peringatan dini apabila terjadi tsunami di Indonesia (negara-negara tersebut masih memiliki waktu lebih dari 2 jam sebelum tsunami tiba). Meskipun karakteristik TEWS masih ditujukan untuk memprediksi tsunami lokal (20-30 menit hingga mencapai pantai).

Image

Bagaimana pendapat Bapak mengenai Pameran Nasional Siaga Bencana ini?

Pameran ini bagus dan memang suatu kebutuhan. Pemahaman mengenai bencana harus ditanamkan sejak kanak-kanak atau usia sekolah. Karena bencana tidak bisa dihindari, namun dampaknya bisa dikurangi. Menurut saya, kalangan IPTEK sudah berupaya optimal dalam hal penelitian dan kajian-kajian ilmiah mengenai bencana, namun sosialisasi kepada masyarakat masih sangat kurang. Di sinilah sebenarnya media berperan, dan salah satunya sudah diwujudkan melalui acara Talk Show IPTEK TALK yang diselenggarakan setiap Hari Minggu di Metro TV. (qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com