Depan arrow Topik arrow Teknologi arrow Indonesia Targetkan Deteksi Gempa Dalam Lima Menit 2007
Indonesia Targetkan Deteksi Gempa Dalam Lima Menit 2007 Cetak E-mail
Selasa, 27 Desember 2005
Buana Katulistiwa- Jika sebelumnya Indonesia hanya bisa mendeteksi gempa dalam waktu 30 menit setelah kejadian, maka tahun 2007 nanti informasi itu sudah bisa diperoleh dalam waktu lima menit. Pada saat itu, 180 seismograf dan alat sensor gempa lainnya sudah terpasang di setiap 100 km.

Sumber BMG sendiri mengakui bahwa saat ini di Indonesia sudah terpasang sebanyak 28 sensor seismik, 14 akselerograph, tiga alat pengukur pasang surut (tide gauges), dua stasiun pengamat terapung (dart buoys) dan 42 Global Positioning System (GPS) untuk keperluan pembangunan yang disebut sebagai Sistem Informasi Gempabumi dan Tsunami (IGT).

Pada tahun 2006 mendatang Indonesia akan terus melakukan upaya untuk merapatkan jarak antarsensor, antara lain dengan ditargetkannya pemasangan 100 seismograf dan sisanya sebanyak 60 buah akan dipasang pada tahun 2007. Jika ke-160 seismograf itu sudah terpasang maka di setiap 100 kilometer akan terdapat satu sensor.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun satu pusat gempa nasional dan sepuluh pusat gempa regional di Jakarta, Medan, Denpassar, Makassar, Jayapura, Yogyakarta, Ambon, Kupang dan Padang untuk mempercepat penyampaian informasi tentang gempa dan tsunami kepada semua pihak.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro B Harijono usai memberikan penjelasan melalui teleconference dari Jakarta, Senin (26/12), kepada aparat pemerintahan Kota Padang, Sumatera Barat, yang melakukan simulasi sistim kewaspadaan gempa dan tsunami dalam rangka peringatan satu tahun bencana tsunami, mengatakan dalam kondisi saat ini, Indonesia sudah bisa mendeteksi kejadian gempa dalam waktu 10-15 menit. ?Tahun 2007 kita sudah bisa melakukan deteksi dalam lima menit,? katanya.

Pelaksananaan pembangunan IGT dan pengoperasian semua peralatannya, dikoordinasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, melibatkan sejumlah instansi seperti Bakosurtanal, BPPT, LIPI, lembaga penelitian dan pengembangan, pemerintah daerah dan Departemen Dalam Negeri.

Pada saat bersamaan pada peringatan setahun tsunami Aceh, dilakukan simulasi sistem kewaspadaan gempa, termasuk doa bersama yang diiikuti oleh belasan ribu warga Kota Padang.

Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan, dengan kekokohon iman, manusia tidak perlu cemas, kendati 18 menit kejadian bencana tsunami di Aceh tidak bisa diprediksi oleh manusia karena itu kekuasaan Allah SWT, sehingga persiapan diri secara batin sangat diperlukan dan kapan saja kita bisa menghadapi bencana tanpa rasa cemas. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com