Depan arrow Topik arrow Sosial arrow Tahun 2025 Penduduk 273 Juta, Harapan Hidup 73 Tahun
Tahun 2025 Penduduk 273 Juta, Harapan Hidup 73 Tahun Cetak E-mail
Kamis, 04 Agustus 2005
Buana Katulistiwa - Sebuah buku "Proyeksi Penduduk Indonesia 2000-2025" diluncurkan di Jakarta, pekan ini. Dalam buku itu diprediksi jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 nanti akan mencapai 273,65 juta jiwa, dengan usia harapan hidup meningkat menjadi 73,7 tahun dari saat ini 69,0 tahun.

Buku yang disusun oleh Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Lembaga Dana Kependudukan PBB itu diluncurkan pekan ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menteri Negara PPN Sri Mulyani menjelaskan, data kependudukan tersebut merupakan salah satu pertimbangan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang.

Dengan makin bertambahnya jumlah penduduk maka perlu dipikirkan masalah lapangan kerja, karena pada tahun 2025 angkatan kerja menjadi persoalan pelik karena jumlah orang muda produktif menjadi dominan.

Jumlah penduduk yang besar, kata Mulyani, bisa menjadi ancaman dan juga peluang. Jumlah penduduk akan menjadi ancaman jika jumlahnya besar tetapi tidak berkualitas atau terkonsentrasi hanya di satu atau beberapa pulau saja.

Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa pada periode 20 tahun yang akan datang, Indonesia diperkirakan dapat menekan angka kematian total dan angka kematian bayi serta meningkatkan proporsi penduduk usia lanjut.

Data estimasi menunjukkan, angka kelahiran total yang saat ini 2,23 per wanita akan turun menjadi 2,07 per wanita pada tahun 2025 dan angka kematian bayi dapat ditekan dari 32 per seribu kelahiran hidup saat ini menjadi 15 per seribu kelahiran hidup pada 2025.

Sementara itu, proporsi penduduk usia lanjut (65 tahun ke atas) akan meningkat dari 5,0 persen saat ini menjadi 8,5 persen pada tahun 2025.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa angka-angka tersebut perlu dicermati di lapangan oleh pihak-pihak terkait. Namun, bukan berarti Presiden tidak percaya dengan data BPS. "Perlu dilakukan cek dan ricek," katanya. (bj)

Komentar
Cermati Juga Negara Lain
Oleh taqy pada 2005-08-04 06:43:21
China ---->Kom/sos 
India ---->Hin/Bud 
Amerika Serikat--->Prot 
Indonesia---->Isl 
Brasil----> Kath 
 
Maksud saya ternyata dari sumber yang dapat dipercaya (Russell, 2005)ternyata setiap Agama Besar di Dunia suda dapat tempat (negara), Kenapa sering berdalih agama untuk merebut wilayah lain? Jadi sebenarnya bukan Agama yang menjadi pertentangan atau perlu diwaspadai selama ini, tidak lain hanyalah "agama baru" sepertinya, yaitu agama "Politik Dagang", he....he....
Kenapa mesti takut?
Oleh maulana pada 2005-08-05 03:46:34
ahh...sepertinya orang kebanyakan kita ini kok malah menjadi takut dengan meningkatnya proporsi jumlah penduduk. Sepertinya image yg terbentuk "kalo penduduk bertambah hidup akan semakin susah". Mbo ya sekali-sekali postif thinking aja lah, karena manusia itu rasionalnya memang bereproduksi. Jadi bagaimanapun alasannya manusia akan selalu bertambah jumlahnya. Nah kalo sudah begitu ketakutan itu mestinya harus dijauhi dong...Justru harus bangga gitu loh...kan Bersama Kita Bisa..jadi semakin banyak kebersamaannya akan semakin kuat dan semakin bisa....wassalam
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com