|
Buana Katulistiwa - Sebuah buku "Proyeksi Penduduk Indonesia 2000-2025" diluncurkan di Jakarta, pekan ini. Dalam buku itu diprediksi jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 nanti akan mencapai 273,65 juta jiwa, dengan usia harapan hidup meningkat menjadi 73,7 tahun dari saat ini 69,0 tahun.
Buku yang disusun oleh Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Lembaga Dana Kependudukan PBB itu diluncurkan pekan ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menteri Negara PPN Sri Mulyani menjelaskan, data kependudukan tersebut merupakan salah satu pertimbangan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang.
Dengan makin bertambahnya jumlah penduduk maka perlu dipikirkan masalah lapangan kerja, karena pada tahun 2025 angkatan kerja menjadi persoalan pelik karena jumlah orang muda produktif menjadi dominan.
Jumlah penduduk yang besar, kata Mulyani, bisa menjadi ancaman dan juga peluang. Jumlah penduduk akan menjadi ancaman jika jumlahnya besar tetapi tidak berkualitas atau terkonsentrasi hanya di satu atau beberapa pulau saja.
Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa pada periode 20 tahun yang akan datang, Indonesia diperkirakan dapat menekan angka kematian total dan angka kematian bayi serta meningkatkan proporsi penduduk usia lanjut.
Data estimasi menunjukkan, angka kelahiran total yang saat ini 2,23 per wanita akan turun menjadi 2,07 per wanita pada tahun 2025 dan angka kematian bayi dapat ditekan dari 32 per seribu kelahiran hidup saat ini menjadi 15 per seribu kelahiran hidup pada 2025.
Sementara itu, proporsi penduduk usia lanjut (65 tahun ke atas) akan meningkat dari 5,0 persen saat ini menjadi 8,5 persen pada tahun 2025.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa angka-angka tersebut perlu dicermati di lapangan oleh pihak-pihak terkait. Namun, bukan berarti Presiden tidak percaya dengan data BPS. "Perlu dilakukan cek dan ricek," katanya. (bj) Powered by AkoComment! |