Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow September, Pemerintah Targetkan “Hot Spot” Akan Padam
September, Pemerintah Targetkan “Hot Spot” Akan Padam Cetak E-mail
Senin, 28 Agustus 2006
Buana Katulistiwa- Pemerintah menargetkan pada tanggal 2 September mendatang seluruh titik api hot spot yang ada di kota-kota Sumatera dan Kalimatan dapat dipadamkan.

“Kondisi terakhir, jumlah titik api sudah jauh sangat berkurang. Akibat hujan lebat selama tiga hari berturut-turut, daerah Riau kini tinggal 16 titik api, begitu pula Jambi walau hujan disana belum tiba,” ungkap Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie usai acara Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (28/8).

Selain kedua provinsi di atas, ditambahkan Aburizal, daerah Sumatera Selatan juga sudah jauh menurun, sedangkan Kalteng dan Kalbar memang masih ada titik api namun masih jauh berkurang. “Kalaupun pada 2 september masih ada titik api, minimal jauh berkurang dan jumlah asapnya sudah tidak signifikan,” tambah Aburizal.

Senada dengan Aburizal, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar juga mengatakan bahwa pada 2 September nanti masalah asap yang dihasilkan lahan-lahan hutan di Indonesia sudah akan selesai. Lalu untuk melakukan itu, dua pesawat Hercules akan dikerahkan untuk membantu terjadinya hujan buatan. “Mengenai target 2 September nanti, saya berharap seluruh titik api sudah akan hilang. Minimal asap signifikan sudah tidak ada lagi,” himbau Rachmat.

Rachmat juga menambahkan, saat ini sudah ada 31 perusahaan yang akan segera masuk kategori tersangka pembakaran hutan. Namun ia mengaku belum bisa mengungkapkan nama-nama perusahaan itu. “Itu masih harus diverifikasi dulu,” ucap Rachmat.

Perkembangan baru

Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil yang juga memberi keterangan menjelaskan, ada perkembangan baru dari tujuh perusahan yang terlibat menjadi 31 perusahaan. Namun dirinya tak bisa menyebut nama-nama perusahaan itu. “Saat ini telah ada 31 perusahaan yang akan masuk menjadi tersangka, namun saya belum bisa diumukan saat ini karena harus diverivikasi dahulu, “ kilah Sofyan.

Ditambahkan Sofyan, sampai saat ini menurutnya memang sudah ada beberapa negara yang bersedia membantu. “Kita umumkan saja nanti, “ kata Sofyan menjawab pers. Pemerintah juga sedang mengkaji diperlukannya dibuat aturan baru yang tertuang dalam PP (Peraturan Pemerintah) agar perusahaan pemilik HPH juga diwajibkan bertanggung jawab pada kebakaran hutan di wilayah HPH-nya.

Sedangkan Menristek Kusmayanto Kadiman menyatakan, satu Hercules sudah mendarat di Taling, Padang, untuk segera membantu teradinya proses hujan buatan. Hujan buatan bisa dibikin dengan catatan, angin dan awan memungkinkan hal itu dipercepat.

“Dengan kata lain, kita aborsi awan dan anginnya,” jelas Kusmayanto. Yang menambahkan sudah disiapkan 30 ton garam guna merangsang hujan untuk membantu proses hujan buatan di sana.

Kusmayanto menambahkan, hujan buatan akan dimulai hari ini dan akan difokuskan di Sumatera. “Saat ini (pesawat) Hercules sudah ada di Padang. Di sana juga telah disiapkan 30 ton garam guna merangsang hujan buatan itu, “ papar Kusmayanto.

Saat ditanya kenapa Padang yang dipilih terlebih dahulu, menurut Kusmayanto, karena di daerah itu sudah terlebih dahulu tersedia jumlah garam. “Plus, di daerah itu juga banyak sekali terdapat titik api yang sulit didekati dari darat, langkah ini akan dilakukan hingga stok garam habis, “ jelas Kusmayanto.

Gubernur Riau Rusli Zainal yang ikut hadir dalam Rakor ini menyatakan, hingga hari tinggal 16 titik api tersisa dari 42 titik kemarin. “Itu berdasarkan pantauan satelit NOAH yang sudah dipakai secara internasional untuk memantau titik api,” kata Rusli. Sekitar 55 persen hutan kita adalah lahan gambut, ini amat sulit dipadamkan, jarak setengah kilometer saja sudah tidak bisa didekati karena terlalu panas,” ujar Rusli.

Untuk jumlah tersangka kasus pembakaran hutan, Rusli membeberkan, sudah ada 86 kasus dengan 58 tersangka. Delapan orang kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. “Dua diantaranya sudah divonis 2 tahun 6 bulan.” Mereka yang sudah divonis adalah Nelson Sipayung dan Masran bin Nulasuedi, “ kata Rusli yang menambahkan pihaknya sudah mengangarkan dana sebanyak 5,7 miliar guna membeli peralatan dan sosialisasi.

Sedang di Jambi, menurut Gubernur Zulkifli Nurdin, tinggal tersisa 16 titik api dari yang tiga hari lalu berjumlah 346 titik. “Hujan lebat tiga hari terakhir jadi penyebab turunnya jumlah titik api ini,” kata Zulkifli. Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman juga melaporkan mengenai penurunan jumlah titik api, dari yang tadinya 160 titik tinggal menjadi 46 titik.

Rakor tersebut dipimpin langsung Menko Kesra Aburizal Bakrie, dan juga dihadiri Menkominfo Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri M Maruf, Kepala BMG Sri Woro Harijono dan para gubernur yang terkait.(ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com