|
Buana Katulistiwa Kota manakah di Indonesia terkotor dan kota mana pula terbersih, segera akan diketahui nominasi-nominasinya pada 15 Desember mendatang setelah dilakukan penilaian tahap pertama. Sebanyak 365 kota dari seluruh 440 kota di Indonesia masuk penilaian.
Tapi, seperti disampaikan Menneg LH Rachmat Witoelar usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (29/11) penetapan akhir akan dilakukan setelah penilaian kedua dan ketiga yang akan diumumkan pada bulan Maret 2006 dan terakhir bulan Juni 2006, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup.
Kenapa dinilai berulang-ulang, menurut Witoelar, itu untuk melihat konsistensi Pemda dalam menjaga kebersihan kota masing-masing dan bukan sekedar untuk pada saat penilaian saja. Adapun kriteria yang dinilai meliptui tiga faktor dominan yang dinilai yakni pengelolaan sampah dan kebersihan kota, faktor penghijauan kota dan faktor keterlibatan atau partisipasi masyarakat dalam program kebersihan itu.
Inilah pertama kali pemerintah memasukkan kategori “kota terkotor” dalam pemberian penghargaan Adipura. Tahun-tahun sebelum ini, pemerintah hanya menetapkan “kota terbersih”. Hal ini dinilai untuk mendorong upaya serius pemerintah daerah dalam menangani kota mereka.
Witoelar masih bungkam ketika ditanya kota mana saja yang masuk terkotor dan terbersih pada tahap pertama itu. Alasannya, hal itu belum saatnya untuk diumumkan.
Hanya saja dia menyebut bahwa penilaian terhadap kota-kota didasarkan pada pemantauan serta penilaian langsung masyarakat bersama tim juri yang berasal dari kalangan LSM, tokoh masyarakat, wartawan, pemda dan pemerintah pusat. Keikutsertaan masyarakat dilakukan melalui voting untuk kota terbersih dan terkotor.
Mengenai kota-kota yang belum disertakan dalam program Adipura, Menneg LH mengatakan antara lain disebabkan jumlah penduduk yang terlalu sedikit dan jarak kota itu yang terlalu jauh sehingga menyulitkan dalam penilaiannya, seperti sejumlah kota di pedalaman Provinsi Papua. (bj) Powered by AkoComment! |