Depan arrow Topik arrow Sosial arrow KLH Selesaikan Peta Rawan Pemukiman di Aceh
KLH Selesaikan Peta Rawan Pemukiman di Aceh Cetak E-mail
Selasa, 27 Desember 2005

Buana Katulistiwa- Pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan telah menyelesaikan ?Peta Rawan Pemukiman di Aceh? serta melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Aceh, yang diharapkan menjadi pertimbangan berbagai pihak dalam pembangunan pemukiman di daerah terkena tsunami setahun lalu itu.

Berbicara di sela-sela kegiatan ?Kualitas Lingkungan Aceh dan Nias Setelah Setahun Tsunami?, di Jakarta, Senin (26/12), Menteri LH Rachmat Witoelar mengatakan, berdasarkan studi Amdal yang mereka lakukan, terdapat 100 titik rawan pemukiman di sejumlah tempat di Provinsi NAD, diantaranya Banda Aceh, Aceh Besar, Meulaboh.

Rawan pemukiman dimaksudkan sebagai kondisi lokasi antara lain tempat dibangunnya pemukiman diketahui tidak aman bagi anak-anak bermain, atau jika dibangun sumur airnya tidak sehat karena kandungan logam berat atau bakteri penyakit yang berlebih.

Menurut Rachmar Witoelar, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat tsunami, apalagi misalnya menghadapi pencemaran yang diakibatkan oleh logam berat. Meski begitu, dia menyebut bahwa selain 100 titik rawan tadi, masih banyak juga tempat di Aceh yang tidak termasuk dalam kategori rawan pemukiman.

Pembuatan peta dan studi Amdal ini merupakan salah satu sumbangan KLH untuk perencanaan tata ruang lingkungan di Aceh.

Pada bagian lain, Rachmat Witoelar juga menyebut pihaknya siap membangun sedikitnya 180 unit rumah ramah lingkungan di Desa Labui NAD sebagai program awal untuk mempelopori terbentuknya desa ramah lingkungan. Target akhir, begitu Rachmar Witoelar, ada keinginan membangun 2.000 unit. Hanya saja masih terbentur dengan negara donor.

Dijelaskan, harga rumah setiap unitnya sekitar 4.000-5.000 dolar AS yang ditanggung donor. Rumah-rumah tersebut disebut ramah lingkungan karena secara arsitektur memenuhi syarat-syarat ramah lingkungan. Rumah itu sehat secara ventilasi dan sanitasi, panel rumah tersebut bahkan dapat diupayakan untuk menyimpan energi matahari. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com