|
Buana Katulistiwa - Pemerintah melalui Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum sedang bekerja keras untuk menghadapi arus mudik tahun ini, khususnya untuk yang melewati jalur darat. Di jalur Pantura Jawa Tengah dan Jawa Barat saat ini tengah dirampungkan pelebaran ruas jalan, yang ditargetkan akan selesai pada hari H-7.
Menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Minggu (16/10), secara umum jalur Pantura di wilayah Jawa Barat tidak terjadi masalah, aman dilalui pemudik. Jalan yang sekarang ini dikerjakan bukan perbaikan jalan yang rusak, tetapi memperlebar jalan untuk menambah kapasitas. "Kalaupun belum selesai, para pemudik dapat melalui jalan ini yang tetap aman dilalui kendaraan," katanya sebagaimana dikutip dalam situs www.pu.go.id.
Jalur Lintas Jawa (Pantura)
Hendrianto, Dirjen Bina Marga Departemen PU saat rakor Persiapan Lebaran Terpadu di Dephub, Rabu(19/10), mengatakan bahwa secara umum jalur lintas jawa berada dalam kondisi baik, meskipun terdapat beberapa ruas dengan lebar atau jumlah jalur yang berbeda-beda. Di Jawa Barat, dari Cikampek - Cirebon ? Losari, sebagian besar jalur sudah memiliki standar empat lajur sepanjang 142,73 km dari panjang total 191 km. Di Jawa Tengah, dari jalur Losari ? Semarang ? Bulu sepanjang 362,75 km, 30,48% dalam kondisi baik, 53% sedang dan sisanya rusak ringan. Sedangkan di Jawa Timur, dari Bulu ? Banyuwangi (434,48 km), 53% dalam kondisi baik dan 47% dalam kondisi sedang.
Hendrianto yang turut mendampingi Menteri PU saat meninjau Pantura menyatakan optimis pada H-7 Lebaran nanti pekerjaan sudah selesai, walaupun di beberapa ruas yang rawan kemacetan di Jawa Barat masih terus dikerjakan dari dua lajur menjadi empat lajur. Seperti di Tegal Gubuk, Arjawinangun lebih kurang sepanjang 5 km dan di daerah Winong, Palimanan di mana masih terdapat pelebaran dan perbaikan jalan.
Sementara itu di wilayah Jawa Tengah kurang lebih sepanjang 24 km jalan masih dua lajur yaitu di ruas Tegal ? Pemalang 8 km dan ruas Pemalang - Pekalongan 16 km. Di ruas inilah biasanya terjadi titik rawan kemacetan. Saat ini sedang dilakukan pelebaran dengan melakukan pengerasan, sehingga jalan dapat berfungsi menjadi tiga lajur. Untuk ruas jalan yang masih dua lajur akan dilakukan pelebaran menjadi 4 lajur pada tahun 2006.
Jalur Lintas Sumatera
Untuk Lintas Timur Sumatera, Hendrianto dalam situs resmi Depkominfo mengatakan bahwa pada ruas Palembang-Lampung sepanjang 173 km, 30% dalam kondisi baik, 40% sedang dan 30% masih dalam kondisi rusak. Dari Palembang hingga Jambi, saat ini sedang dilakukan pekerjaan jalan beton (2,8 km) dan aspal (17,1 km). Dan pada ruas Palembang ? Lampung dilaksanakan pekerjaan jalan beton sepanjang 5 km. Pada ruas Jambi - Palembang, dilakukan perbaikan penutupan lubang-lubang dengan agregat untuk memulihkan kondisi segmen sepanjang 30 km. Pembetonan dilakukan di Betung sepanjang 1,5 km dengan lebar 3,5 m.
Di lintas tengah Sumatera, ruas jalan dalam kondisi rusak, yaitu pada ruas Lahat ? Tebingtinggi sepanjang 25 km, dan Sugih Waras ? Baturaja sepanjang 9 km. Di ruas Kotabumi ? Terbangi Besar (Lampung), arus kendaraan terhambat oleh pekerjaan jembatan layang (fly over). Untuk mendukung arus mudik lebaran yang akan datang, PU menargetkan kerusakan di lintas tengah sudah selesai diperbaiki 30% pada hari H-7.
Persiapan Keselamatan
Untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor yang dikhawatirkan terjadi di Lintas Jawa dan Sumatera, PU telah mempersiapkan peralatan di daerah-daerah rawan longsor tersebut. Untuk daerah rawan banjir ruas Losari ? Tegal, Weleri ? Semarang dan Semarang ? Demak, peralatan PU dan Kontraktor disiagakan di Tegal, Kendal dan Semarang. Untuk ruas Jawa Timur, peralatan disiagakan di Bojonegoro, Probolinggo, Surabaya dan Banyuwangi. Sedangkan di lintas tengah Sumatera, Ditjen Bina Marga telah menempatkan alat berat kontraktor serta membentuk Satuan tugas untuk penanggulangan bencana pada setiap kabupaten di ruas tersebut.
Perkiraan Jumlah Pemudik
Di kesempatan terpisah, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rabu (19/10), memperkirakan sekitar 2,5 juta orang akan mudik dari Jakarta menjelang lebaran tahun ini. Seperti dikutip dari situs berita www.kompas.co.id, jumlah tersebut merupakan jumlah pemudik yang menggunakan jasa angkutan umum untuk semua jenis (bus, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang).
Dari perkiraan tersebut, jumlah pengguna jasa bus akan mengalami kenaikan rata-rata 8,7 persen dari tahun sebelumnya, hingga mencapai 1,169 juta orang. Penumpang kereta api naik 8% (mencapai 600 ribu orang), penumpang kapal laut naik 5,7 persen (29 ribu orang) kemudian penumpang pesawat terbang naik 12,5% (700 ribu orang).
Dalam menghadapi jumlah pemudik tahun ini, Dinas Perhubungan telah mempersiapkan 6.566 unit bus, 598 kereta api, 2 kapal penyeberangan, 3 kapal laut serta 214 unit pesawat terbang, masing-masing dalam berbagai jenis dan kelas. Untuk pemberangkatan dengan moda transportasi bus, empat terminal utama yakni Pulo Gadung, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Lebak Bulus dipersiapkan sebagai pusat pemberangkatan pemudik, dan sembilan terminal lainnya yaitu Rawamangun, Grogol, Pinang Ranti, Tanjung Priok, Rawa Buaya, pool Safari Darma Raya, Kapten Tendean, pool Damri Kemayoran, dan Tanah Merdeka dipersiapkan sebagai terminal bantuan. (qb) Powered by AkoComment! |