Depan arrow Topik arrow Sosial arrow Kura-kura Berleher Ular Pulau Roti Terancam Punah
Kura-kura Berleher Ular Pulau Roti Terancam Punah Cetak E-mail
Jumat, 03 Pebruari 2006
Kura-kura Berleher Ular
Sumber : Laporan TRAFFIC
Buana Katulistiwa ? Kura-kura kecil berleher panjang, satwa endemik Pulau Roti, terancam punah. TRAFFIC Asia Tenggara menggungkapkan hal ini dalam laporan berjudul "Perdagangan Kura-Kura Berleher Ular dari Pulau Roti Chelodina mccordi" yang dipublikasikan hari ini (2/2) melalui websitenya.

Untuk mengungkap hal ini, TRAFFIC, jaringan pemantau perdagangan hidupan liar, telah melakukan survei di Pulau Roti bulan Juli 2003, September 2004 dan Februari-Maret 2005. Survei dan pengumpulan informasi juga dilaksanakan di jaringan pasar di Jakarta (Jawa) dan di Kupang (Timor) sepanjang tahun 2004 dan awal 2005.

Kura-kura kecil berleher panjang mirip ular (snake-necked) tersebar di bagian Timur Indonesia, terutama di Tenggara Papua. Spesies ini pertama kali dikenal sebagai Chelodina novaeguineae.

Pulau Roti
Sumber : www.geografiana.com

Begitu pula dengan di Pulau Roti, keberadaan spesies ini pertama kali dikumpulkan oleh Dr. Herman F.C. Ten Kate tahun 1891 yang mengumpulkan tiga spesimen dari pulau Roti yang kemudian dideskripsikan oleh Lidth de Jeude sebagai C.novaeguineae.

Sebelumnya, Kura-kura Pulau Roti telah dilindungi di Indonesia di bawah payung hukum dari C. novaguineae, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.716/Kpts/um/10/1980, sehingga tidak ada perdagangan baik legal hingga 1994.

Pada tahun 1994, Kura-kura Pulau Roti diidentifikasikan sebagai spesies baru dan terpisah dengan C. novaguineae, dengan nama C. mccordi oleh Anders G. J. Rhodin sebagai spesies endemik Pulau Roti. Mulai saat itu, spesies dapat diperdagangkan secara legal dengan sistem kuota dan memicu peningkatan permintaan hewan peliharaan internasional.

Permintaan datang dari kolektor di negara Eropa barat, Amerika Serikat dan Jepang, dimana mereka masih menjadi pembeli terbesar dari spesies ini, serta spesies reptil endemik lainnya, hingga saat ini.

Selain mengungkapkan fakta, laporan itu juga menyertakan beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah maupun masyarakat untuk menekan laju hilangnya spesies tersebut.

"Kami berharap dengan meningkatnya kapasitas dan kesadartahuan aparat penegak hukum, akan semakin sulitlah bagi pemburu dan pedagang liar untuk menyelundupkan kura-kura berkepala ular yang tersisa di Pulau Roti," kata Chris Shepherd, seperti dikutip WWF Chris merupakan penulis laporan ini dari TRAFFIC Southeast Asia.

"Manajemen Otoritas CITES di Indonesia bekerjasama dengan TRAFFIC melatih aparat penegak hukum di Pulau Roti mengenai status perlindungan dan perlunya penyelamatan spesies ini" kata Dr Samedi dari Manajemen Otoritas CITES di Indonesia (PHKA). "PHKA juga bekerjasama dengan LIPI, sebagai Otoritas Ilmiah CITES di Indonesia, untuk memasukkan kura-kura berleher ular dari Pulau Roti ke dalam daftar spesies yang dilindungi penuh." (dp)

Komentar
Kageett...
Oleh cagur pada 2006-02-03 08:27:22
Astagfirllah, saya kira kura2 nya, berkepala ular. Ga taunya karena lehernya panjang maka dinamain berleher ular. Btw, istilahnya bener begini ya? 
 
afterall, sedih juga kalo spesies unik kaya gini bisa punah.. :(
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com