Buana Katulistiwa ? Anugerah Kalpataru 2005, ramai dibicarakan media akhir-akhir ini. Banyak media memberi penghormatan pada para pejuang lingkungan tersebut. Bagaimana dengan Anugerah Adipura?
"Saya melihat Adipura itu program aneh-aneh. Adipura itu lebih baik diganti Adi Pura-pura saja" ujar Alvin Lie, Anggota Komisi VII DPR-RI. Ia menambahkan adanya indikasi kolusi dalam pemilihan adipura.
Hal itu disampaikan pada acara Dialog Publik yang diadakan oleh Organisasi Non Pemerintah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI Jakarta) berkerjasama dengan LP3ES (Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi Sosial) kemarin (9/6), di aula kantor LP3ES Jakarta.
Dialog Publik bertema "6 Bulan Men LH Tanpa Hasil" tersebut gagal menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup, Drs. Rahmat Witoelar sebagai nara sumber. Nara sumber lain adalah DR.Setyo Moersidik, Akademisi dari Universitas Indonesia, Alvin Lie dari DPR-RI dan Cholid Muhammad, Direktur Eksekutif Nasional WALHI.
Anugerah Adipura yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang menjaga lingkungan hidupnya, dinilai gagal dalam mempromosikan penyelamatan lingkungan. Meski begitu, para peserta dialog setuju dengan adanya Kalpataru.
Kalpataru yang berarti pohon hayat, lambang kehidupan abadi, kelestarian dan keserasian lingkungan, diambil dari relief Candi Mendut dan Prambanan. Sejak 1980 hingga 2004, jumlah penerima penghargaan Kalpataru sebanyak 207 orang atau kelompok, dan untuk tahun 2005 ini terdapat 10 orang atau kelompok yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara di bidang pelestarian lingkungan hidup. Kalpataru telah membuka mata masyarakat akan adanya pejuang lingkungan di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Cholid Muhammad menilai Indonesia telah mengalami krisis lingkungan. Berbagai masalah yang muncul belakangan ini, seperti krisis air bersih, krisis pangan, masalah busung lapar, polio, dan lainnya merupakan bukti yang memaksa kita harus sadar, bahwa Indonesia mengalami krisis lingkungan.
"Bila dirunut, masalah-masalah ini berawal dari krisis lingkungan. Dan jika ini dibiarkan, kita akan membayar lebih mahal nantinya", tambahnya. Membicarakan masalah lingkungan memang bukan hal yang mudah. Semua elemen terkait didalamnya.(dp) Powered by AkoComment! |