Depan arrow Topik arrow Sosial arrow Indonesia Juga Harus Pikirkan Upaya Membantu AS Hadapi Katrina
Indonesia Juga Harus Pikirkan Upaya Membantu AS Hadapi Katrina Cetak E-mail
Jumat, 02 September 2005
Buana Katulistiwa - Berbagai kalangan di Indonesia diimbau untuk ikut memberikan bantuan bagi masyarakat Amerika Serikat yang sedang menghadapi bencana alam badai Katrina, sebagai wujud solidaritas atas apa yang sudah diberikan oleh AS terhadap bencana alam tsunami Aceh beberapa waktu lalu.

"Perlu bagi berbagai kalangan yang perduli untuk juga memikirkan bantuan apa yang bisa diberikan oleh Indonesia. Meskipun saat ini kondisi ekonomi kita sedang sulit, kita mestinya juga memberikan perhatian untuk masalah ini, karena ini bencana kemanusiaan besar. Sebagai bangsa besar kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa memberikan kontribusi," kata salah seorang Pembina Yayasan Buana Katulistiwa Taqyuddin dalam surat elektroniknya dari Berlin, Jerman, yang dikirimkan ke redaksi www.bk.or.id, kemarin.

Menurut Taqyuddin, berbagai kegiatan yang bisa dilakukan misalnya dengan menggelar malam peduli bencana Katrina di Indonesia, yang dananya bisa dikirimkan bagi masyarakat negara bagian AS yang tertimpa bencana, termasuk juga kemungkinan pengiriman tenaga relawan atau bantuan teknis bencana.

"Kita harus membuktikan bahwa kita tidak hanya bisa menerima bantuan tapi juga bisa memberikan bantuan serupa, dengan tulus iklas, tanpa memikirkan tujuan-tujuan lain kecuali membantu saja." Sejauh ini, kata dia, pihak-pihak Indonesia belum menyatakan pernyataan mengenai bencana alam di AS itu. Padahal hal itu dirasakan penting juga sebegai wujud dari perhatian bangsa Indonesia.

Dikatakan pula, dalam situasi dampak bencana alam yang begitu luas, Amerika Serikat juga membutuhkan dukungan moril maupun tenaga yang tidak sedikit, sehingga bantuan negara-negara lain juga sangat diperlukan.

Situasi yang terjadi di AS sejauh ini, memang awalnya bencana alam badai, hujan, angin, topan, pohon-pohon tumbang, banjir, rumah tenggelam, sekolah tutup, toko tidak ada yang buka, jalan-jalan rusak, gas tidak mengalir, air bersih tidak ada, rumah rusak, pabrik terhenti, listrik mati, telpon mati, tanggul jebol, kendaraan umum tidak beroperasi, rumah sakit dalam keadaan waspada, supplai makanan terhenti. Terlihat juga militer turun tangan, chaos, hinga terjadi penjarahan supermarket, penjarahan rumah yg ditinggalkan tuannya mengungsi.

"Bencana kemanusiaan hilang karena makanan, meskipun itu AS hal ini terjadi juga. Jadi kita perlu peduli agar tidak lebih parah. Mereka mengungsi berduyun-duyun menuju bandara yang antrinya berkilo-kilometer. Dan pesawat yg mengangkut terbatas."

Sejauh ini, lanjut Taqyuddin, belum terdengar pernyataan para pejabat. "Kita hanya bisa mengimbau untuk membuat malam peduli bangsa Indonesia untuk masyarakat bagian AS yg lagi tertimpa bencana. Tidak hanya selalu menerima bantuan kala kita terkena musibah tapi kita juga mampu memberikan kepedulian, memberikan semangat hidup yg lagi ketimpa bencana, boleh juga ya..." begitu Taqy.(bj)

Berita terkait :
Prediksi Badai Katrina
Huracan, Sang Dewa Kejahatan
Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com