Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Greenpeace Meminta Penghentian Perusakan Hutan
Greenpeace Meminta Penghentian Perusakan Hutan Cetak E-mail
Kamis, 30 Maret 2006
Buana Katulistiwa - Greenpeace meminta pemimpin Indonesia dan Inggris agar mengadopsi peraturan untuk menghentikan perusakan hutan di Indonesia, setelah kunjungan perdana menteri Inggris Tony Blair ke Indonesia.

Para pengamat lingkungan mengatakan hutan Indonesia, yang dikenal sebagai hutan surga Asia-Pasifik, hilang dengan sangat cepat karena permintaan pasokan kayu dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Cina.

Pada tahun 2004, Inggris adalah partner terbesar Indonesia dalam penyaluran produksi kayu, mengimport kayu seharga 121 juta euro, menurut pernyataan Greenpeace.

Perdana menteri Tony Blair dan presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membicarakan mengenai isu keamanan internasional, namun mereka seharusnya tidak melupakan salah satu ancaman besar di Indonesia yaitu perusakan hutan.

Indonesia dan Eropa telah dalam tahap negosiasi dalam Perjanjian Kerjasama Sukarela, yang bertujuan untuk mencegah import kayu ilegal melalui negara ketiga seperti Cina dan Malaysia.

Greenpeace melaporkan kemarin (28/03) bahwa Cina memainkan peran penting dalam pengolahan kayu ilegal dari negara-negara di Asia-Pasifik, dengan suplai terbanyak dari Indonesia dan Papua Nugini. (forbes/tk)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com