|
Buana Katulistiwa - Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia B Lynn Pascoe memberikan keterangan resmi mengenai tawaran bantuan yang adatang dari pemerintah, organisasi swasta dan perorangan di Indonesia untuk korban badai Katrina.
Namun, seperti yang dituangkan dalam siaran pers Kedubes AS kepada berbagai media di Jakarta, Selasa (6/9) masih belum jelas apakah mereka bersedia menerima atau menolak, kecuali kata-kata “terimakasih” dan “menyesuaikan tawaran bantuan dengan kebutuhan di lapangan.
Berikut adalah siaran pers lengkap dari Kedubes AS di Jakarta.
“Atas nama pemerintah dan rakyat Amerika Serikat , saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas ucapan simpati dan belasungkawa yang kami terima dari para pemimpin dan rakyat Indonesia menyusul terjadinya bencana Badai Katrina. Kami sangat menghargai doa dan ucapan belasungkawa dari Anda. Selain ucapan belasungkawa pribadi yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Bush, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab juga telah menyampaikan tawaran bantuan kepada rakyat Pesisir Teluk AS. Organisasi swasta dan warga perorangan juga telah menawarkan bantuannya. Departemen Luar Negeri AS. bekerja sama secara erat dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menyesuaikan tawaran bantuan ini dengan kebutuhan di lapangan.
Meskipun demikian, hal terpenting adalah reaksi yang hangat dan penuh perhatian dari pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menanggapi bencana Katrina. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sangat tulus dari Presiden Bush, Pemerintah dan seluruh rakyat Amerika, atas kebaikan dan kedermawanan dari para pemimpin dan rakyat Indonesia.”
Sehari sebelumnya, sekelompok orang menamakan diri Sahabat Indonesia untuk Masyarakat Amerika (Indonesia Friend for American People-IFAP) melakukan unjuk rasa dan mengecam pemerintahan Bush yang dinilai lamban dan tidak memberikan perhatian terhadap korban bencana badai Katrina di New Orleans. Mereka meminta berbagai negara untuk memberikan bantuan dan tidak memanfaatkan bencana alam sebagai sarana mencari popularitas pribadi. (bj) Powered by AkoComment! |