|
Buana Katulistiwa - Degradasi sumber daya hutan di Pulau Jawa,. khususnya di Jawa Barat (Jabar) sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dari total luas 791.519,33 hektar, hampir mencapai 90 persen arealnya rusak. Secara fisik hanya berupa tanah kosong yang tidak lagi berfungsi sebagai hutan.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Tingkat Jabar yang di pusatkan di Lapangan Gasibu, Bandung, beberapa hari lalu, Gubernur Jabar Danny Setiawan yang diwakili Asisten
Bidang Perekonomian, Leks Laksamana, menyatakan, degradasi sumber daya alam, khususnya air dan lahan, menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Jabar.
Tanda-tanda adanya degradasi, adalah dengan makin menyusutnya sumber air di permukaan tanah dan sumber air di bawah tanah, baik secara kuantitas mau pun kualitas.
Demikian juga dengan kondisi hutan. Dari total luas kawasan hutan Jabar, yang luasnya mencapai 22,5 persen dari daratan, diperkirakan hanya tinggal 10 persen luas daratan yang masih berupa hutan.
Selebihnya hanya berupa tanah kosong yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai hutan, kata Gubernur Jabar.
Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, yang juga mempersoalkan tingkat kerusakan lingkungan yang sudah sangat parah.
Melalui Staf Ahli Meneg Lingkungan Hidup Hendri Bastaman, Menteri menyayangkan tingginya laju kerusakan hutan di Indonesia, terjadi begitu cepat, mencapai 3,8 juta hektar per tahun.
Dikatakan, perubahan fungsi lahan dari kawasan resapan air menjadi kawasan permukiman, juga memberi dampak yang sangat luas, yang akhirnya menimbulkan bencana bagi masyarakat setempat.
Dengan kondisi seperti itu, tidak ada jalan lain selain mengerahkan segala daya untuk segera bertindak nyata mencegah dan memulihkan kerusakan lingkungan hidup di bumi ini, ungkap Rachmat Witoelar. (bj) Powered by AkoComment! |