Depan arrow Topik arrow Politik arrow RI Perlu Manajemen Pertahanan yang Solid Hadapi Lima Kekuatan Militer
RI Perlu Manajemen Pertahanan yang Solid Hadapi Lima Kekuatan Militer Cetak E-mail
Jumat, 27 Januari 2006
Buana Katulistiwa- Indonesia memerlukan manajemen pertahanan dan keamanan yang solid sesuai perkembangan lingkungan strategis di kawasan Asia Tenggara, terutama atas munculnya tiga kekuatan militer dari negara Asia yaitu Jepang, China dan India, serta kekuatan lama yang sudah ada sebelumnya yaitu AS dan Rusia.

Dalam diskusi "Isu Keamanan Asia Tenggara", di Jakarta, Rabu (26/1), Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengakui situasi keamanan di kawasan Asia Tengara makin dipengaruhi oleh lima negara itu, yang karena kuatnya anggaran pertahanan yang mereka miliki, saat ini menjadi poros kekuatan dunia.

Tiga negara Asia itu bahkan makin lama makin tumbuh kuat dan dapat menjadi pertimbangan bagi kekuatan AS dan Rusia. Hal ini, kata Juwono, berpengaruh pula terhadap masalah keamanan di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki anggaran pertahanan kecil di kawasan ASEAN jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk tahun 2006, anggaran pertahanan Indonesia hanya Rp23 triliun (sekitar 2,8 miliar dolar AS), atau 0,93 persen dari PDB.

"Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya yang anggaran pertahanannya berkisar 6-8 persen dari anggaran belanjanya, atau lebih dari 3 persen dari PDB-nya, anggaran pertahanan kita termasuk kecil," kata Menhan.

Berkait dengan pembahasan anggaran itu, hari Rabu (26/1) digelar Rapat Pimpinan (Rapim) yang pertama kali dilakukan antara Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Meneg PPN/ Ketua Bapenas, Panglima TNI, para kepala staf angkatan, dan pejabat teras Dephan lainnya.

Singapura yang berpenduduk 4,1 juta jiwa memiliki anggaran pertahanan sebesar 4,4 miliar dolar AS.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran pertahanan itu, maka disusun konsep keterpaduan ketiga matra angkatan. Berkaitan itu, pembelian Alutsista untuk memenuhi kebutuhan masing- masing matra angkatan diusahakan terpadu. Dalam pembelian kendaraan pengangkut personil diupayakan produksi buatan dalam negeri, sedang pembelian helikopter diutamakan produksi dalam negeri, dan minimal bisa digunakan untuk dua matra angkatan atau tiga angkatan. Semuanya dilakukan dengan konsep kekuatan pokok minimal, sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Disamping konsep pemenuhan Alutsista, juga dibahas konsep pertahanan terpadu antara militer dan non-militer. Misalnya, dalam pembangunan jalan tol atau bandara bisa dikaitkan dengan fungsi pertahanan, seperti jalan tol bisa didarati pesawat.

Sementara itu, dalam diskusi "Isu Keamanan Asia Tenggara" itu juga, mantan Menlu Ali Alatas mengakui bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia yang defensif serta konsep Sishankamrata (Sistim Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta) masih relevan untuk memperkuat stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara.

Menurut Ali Alatas, konsep keamanan saat ini memiliki arti yang lebih luas, tidak saja dalam konteks inter-state tetapi juga intra-state. Sebagai negara yang dinilai memiliki posisi dan peran strategis di Asia Tenggara, Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung stabilitas keamanan regional.

Hanya saja, begitu Ali Alatas, perlu diperjelas peran dan fungsi TNI-Polri dalam keamanan dan pertahanan. Dalam menghadapi terorisme misalnya, tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI atau Polri saja, tetapi harus ada kerja sama diantara keduanya.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com