Depan arrow Topik arrow Politik arrow Presiden Keluarkan Inpres Hemat Energi dan Batal ke China
Presiden Keluarkan Inpres Hemat Energi dan Batal ke China Cetak E-mail
Senin, 11 Juli 2005
Buana Katulistiwa - Krisis bahan bakar minyak (BBM) termasuk listrik yang sedang melanda Indonesia belakangan ini, dijawab pemerintah dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2005 yang dikeluarkan 10 Juli kemarin.

Inpres ini dikeluarkan setelah pada hari Minggu (10/7) kemarin, Presiden menggelar pertemuan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB-18.00 WIB yang dihadiri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menko Kesra Alwi Shihab, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, dan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sri Mulyani, Mensesneg Yusril Ihza Mahendara, termasuk para gubernur.

Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan, Inpres ini merupakan salah satu solusi jangka pendek dan mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan.

Inpres tersebut ditujukan kepada menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Jaksa Agung , kepala lembaga pemerintah non departemen, Panglima TNI, Kapolri, pimpinan kesekretariatan lembaga negara, gubernur dan para bupati dan walikota.

Langkah-langkah yang akan diambil di beberapa instansi atau lingkungan BUMN dan BUMD adalah penghematan energi untuk pendingin ruangan, penerangan, peralatan yang menggunakan listrik serta penggunaan kendaraan dinas.

Dalam instruksi tersebut, mereka diimbau untuk segera menyosialisasikan kepada masyarakat termasuk perusahaan swasta yang berada di wilayah masing-masing dan memonitor pelaksanaan penghematan energi dengan menyampaikan laporan setiap enam bulan sekali kepada Presiden melalui Menteri ESDM.

Selanjutnya, Menteri ESDM mengatur tata cara pelaksanaan penghematan energi tersebut dan melakukan pembinaan serta bimbingan teknis terhadap pelaksanaan penghematan energi. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan langkah penghematan energi tersebut memang bisa mengurangi kenyamanan namun tidak akan mengurangi aktivitas perekonomian. “Inpres terasebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan SK Guberbur di masing-masing daerah,” katanya.

Batal ke China

Sementara itu, masih terkait dengan krisis BBM di dalam negeri, Presiden Yudhoyono dipastikan menunda kunjungannya ke China, Thailand dan Brunei Darussalam. Menurut Andi Mallarangeng, penundaan itu sampai kelangkaan BBM di dalam negeri dapat diatasi.

“Semula kunjungan direncanakan sekitar sepekan 13-20 Juli 2005. Namun kami meminta penundaan kepada negara-negara itu sampai pada kesempatan pertama setelah masalah BBM dapat diatasi,” kata Presiden.

Presiden telah memohon pengertian dan pemahaman dari pimpinan ketiga negara tersebut melalui saluran diplomatik yang ada.

“Karena ada masalah domestik yang berkaitan untuk mengatasi kelangkaan BBM maka kunjungan saya ketiga negara tersebut saya tunda,” katanya.

Presiden sebelumnya juga pernah menunda selama beberapa hari kunjungannya ke Australia, Selandia Baru dan Timor Leste karena peristiwa gempa bumi di Nias Sumatera Utara. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com