Depan arrow Topik arrow Politik arrow Jabar-Banten Minta DKI Jakarta Hormati Tata Ruang Mereka
Jabar-Banten Minta DKI Jakarta Hormati Tata Ruang Mereka Cetak E-mail
Kamis, 16 Maret 2006
Buana Katulistiwa- Dua provinsi yang berbatasan dengan DKI Jakarta yaitu Jawa Barat dan Banten, melakukan pertemuan membahas gagasan Megapolitan, dan merekomendasikan agar pemberlakukan tata ruang Jabar dan Banten juga harus dihormati Pemprov DKI Jakarta supaya bisa tetap sejalan dengan rencana tata ruang nasional.

Salah satu butir rekomendasi itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jabar Rahardi Zakaria, di Serang, Banten, Rabu (15/3), setelah sebelumnya menggelar pertemuan dengan pihak Pemrov dan DPRD Banten. Rekomendasi ini dibenarkan Ketua Komisi A DPRD Banten Zainal Abidin Sujai.

Rahardi datang bersama seluruh anggota Komisi A DPRD Jabar di Pemprov Banten untuk menggelar dialog dan menyamakan visi dengan segenap jajaran Pemprov Banten yang juga diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Banten.

Menurut Rahardi, rekomendasi itu mengandung arti kalau hendak mengembangkan wilayah Jabar, maka tata ruang yang ada di Jabar harus dihormati dan tetap berlaku sebagaimana mestinya demikian pula dengan wilayah Banten.

Rekomendasi lain adalah kesepakatan bahwa kedua Pemprov akan menyetujui pembentukan kawasan megapolitan sejauh tidak mengubah-ubah kedaulatan wilayah administratif masing-masing Pemprov. Serta rekomendasi untuk menghidupkan kembali Badan Kerjasama Antar-Provinsi yang mereka nilai sangat efisien sejak dulu.

Mereka, sebagaimana dijelaskan Rahardi, menolak keras bila pembentukan kawasan megapolitan dikait-kaitkan dengan revisi UU No34 tentang Pengelolaan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Negara RI.

Jabar maupun Banten, lanjut Rahardi, memandang bahwa terbentuknya kawasan Megapolitan tidak perlu dipaksakan apalagi direkayasa sebab cepat atau lambat secara alami hal itu akan terwujud seiring perkembangan dan tuntutan kemajuan pembangunan ekonomi serta laju pertumbuhan penduduk.

Dia bahkan menyebut bahwa wacana Megapolitan selama ini begitu menterengnya dan disalahartikan. "Padahal biarkan saja semua berjalan secara alami sebab dengan sendirinya pembentukan megapolitan itu memang tak terhindarkan lagi," katanya.

Dalam pertemuan ini kedua pihak kemudian sepakat untuk membentuk Tim Khusus Bersama (TKB) Jabar-Banten untuk Megapolitan untuk berdialog dengan Gubernur dan DPRD DKI Jakarta.(tm/bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com