|
Buana Katulistiwa ? Selama ini kesan "menara gading" melekat pada universitas-universitas di Indonesia. Berusaha meninggalkan kesan tersebut, pelbagai universitas berbenah diri dan memantapkan diri menuju universitas riset yang berkualitas.
Universitas Gajah Mada (UGM), dalam rilisnya, memantapkan jati diri menuju universitas riset. Menyambut usia ke-56, Dies Natalis UGM kali ini mengangkat tema "Mengembangkan Nilai-nilai UGM Dalam Memantapkan Jati Diri Menuju Universitas Riset". Hal ini diungkapkan Drs.Djoko Dwiyanto, M.Hum selaku Ketua Panitia.
Menurutnya, melalui tema ini diharapkan UGM semakin memantapkan diri merealisasikan visi 2020-nya, yakni menjadi universitas penelitian bertaraf internasional yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, dengan dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai luhur UGM yang mencakup Ketuhanan/religiusitas, perikemanusiaan/humanitas, kebangsaan-rasionalistik, kerakyatan dan keadilan serta kesejahteraan sosial.
"Dengan bingkai tema tersebut diatas, acara Dies Natalis ke-56 ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan-kegiatan, meliputi acara pembukaan Dies yang telah dibuka resmi oleh Rektor UGM Prof. Sofian Effendi hari Minggu (25/9) sekaligus peresmian Gerbang Baru UGM dan Lomba Gerak Jalan antar unit kerja di UGM, jalan santai dan pentas musik", ujar Pak Djoko.
Tak hanya itu, berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian Dies Natalis UGM berupa; Lomba Burung Berkicau (16/10), Sepeda Gembira (20/11), Panggung Seni Tradisionil (4/12), Research Day dan Seminar Tematik (16/12), dan Pentas Wayang Kulit (18/12). Puncak rangkaian kegiatan ini dilangsungkan tanggal 19 desember 2005.
Begitu pula dengan Universitas Indonesia (UI), untuk mendukung cita-cita menjadi universitas riset, UI bertekad memiliki 500 guru besar pada tahun 2006. Hal ini diungkapkan Rektor UI, Usman Chatib Warsa, awal bulan ini di Kampus UI Depok.
Saat ini, UI sudah memiliki 211 guru besar, terdiri atas 165 guru besar tetap, sembilan guru besar luar biasa, 18 guru besar emiritus, dan 19 guru besar penugasan kembali. Usman mengakui jumlah ini masih kurang bila ingin mewujudkan UI menjadi universitas riset. Ia membandingkan dengan universitas di China yang memiliki 1000 guru besar, suatu hal yang belum ada di Indonesia.
Sejalan dengan cita-cita tersebut, FMIPA UI dan MIPA NET (Jaringan Nasional Kerjasama Pendidikan Tinggi Bidang MIPA) berencana mengadakan seminar nasional bertajuk "Mempercepat Terwujudnya Universitas Riset". Kegiatan ini sedianya diadakan di FMIPA UI Depok tanggal 25-26 November 2005.
Tak ketinggalan, Institut Teknologi Bandung (ITB) juga memiliki mimpi yang sama, meski dengan cara berbeda. Seperti diberitakan Kompas, ITB mencoba mengelola institusi ini layaknya korporasi guna mencapai tujuan menjadi universitas riset.(dp)
Powered by AkoComment! |