Depan arrow Topik arrow Pendidikan arrow Trip Observasi (TO): Kontribusi Nyata Geografi Sejak Dini
Trip Observasi (TO): Kontribusi Nyata Geografi Sejak Dini Cetak E-mail
Kamis, 13 Januari 2005
Buana Katulistiwa - Trip Observasi (disingkat TO) berasal dari kata "Trip" yang bermakna suatu kegiatan yang dilakukan di luar sekolah dalam bentuk perjalanan ke suatu daerah yang telah ditetapkan dan "Observasi" yang berarti pengamatan. TO merupakan kegiatan perjalanan ke suatu daerah pedesaan yang telah ditetapkan untuk melakukan pengamatan/penelitian. TO tersebut dilakukan oleh siswa SMAN 81 Jakarta (dahulu disebut Labschool).

    Sejarah Trip Observasi (TO) dimulai tahun 1971, ketika SMA Labschool mengadakan kegiatan TO ke-1 di Parakan Salak-Sukabumi, setelah satu tahun sebelumnya SMA Labschool menjadi peserta tamu pada TO yang diselenggarakan oleh SMA Satria Jakarta. Berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan TO ke-1, maka direkomendasikan agar kegiatan ini dapat ditradisikan menjadi salah satu kegiatan unggulan SMA Labschool.

    Sejak itu secara rutin setiap tahunnya SMA Labschool menyelenggarakan kegiatan TO. Kegiatan TO saat ini selain dilaksanakan oleh SMAN 81 Jakarta juga dilaksanakan oleh SMA Labschool Kebayoran dan SMA Labschool Jakarta.

    Kegiatan TO tersebut setiap tahunnya memiliki lokasi yang berbeda. Penetapan lokasi TO paling tidak didasarkan atas 4 (empat) pertimbangan. Pertimbangan pertama ialah secara geografis tipologi daerah lokasi TO haruslah mencerminkan suasana pedesaan yang masih bersahaja.

    Kedua, secara Sosiologis-Antropologis kondisi masyarakatnya mampu mendukung upaya sosialisasi dan memberi peluang terjadinya kontak budaya antar peserta dan masyarakat.

    Ketiga, secara Psikologis warga masyarakatnya mau menerima siswa peserta TO sebagai "anak angkat" dan melakukan aktifitas di desa sesuai dengan acara yang telah diprogramkan.

    Keempat, tersedianya berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan dan memadai untuk pelaksanaan kegiatan, seperti jalan desa yang dapat terjangkau oleh kendaraan, jumlah rumah untuk tempat tinggal regu, ketersediaan air untuk memasak maupun keperluan Mandi-Cuci-Kakus (MCK), lapangan yang memadai untuk kegiatan upacara dan gelar seni-budaya, tempat ibadah, serta medan yang cukup menantang dan indah untuk dinikmati dalam kegiatan lintas alam/penjelajahan.

    Selama lebih dari tiga dasawarsa, secara tidak langsung TO telah melatih paradigma geografi anak-anak SMA. Mereka dilatih untuk melihat persamaan dan perbedaan yang ada di ruang muka bumi melalui kenampakan fisik wilayah maupun hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hal ini bisa dibuktikan melalui hasil penelitian mereka di bidang lingkungan hidup dan ilmu alam (natural science) maupun di bidang ilmu sosial (social science).

    Di bidang lingkungan hidup dan ilmu alam misalnya, mereka mengkaji pengaruh tekanan dan temperatur udara terhadap titik didih air, keanekaragaman flora dan fauna di wilayah tertentu.

    Di bidang ilmu sosial misalnya, mereka mengkaji hubungan tingkat urbanisasi dengan tersedianya lapangan kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hasil penelitian mereka kemudian didokumentasikan sebagai bahan perpustakaan di sekolah sekaligus rekomendasi kepada masyarakat setempat.

    Kegiatan TO merupakan cerminan aplikasi Geografi dalam skala mikro. Kegiatan ini pulalah seharusnya menjadi gambaran akan pentingnya Ilmu Geografi di masa depan. TO merupakan kontribusi nyata Geografi sejak dini.(db)
Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com