Sejarah Trip Observasi (TO) dimulai tahun 1971, ketika SMA Labschool mengadakan kegiatan TO ke-1 di Parakan Salak-Sukabumi, setelah satu tahun sebelumnya SMA Labschool menjadi peserta tamu pada TO yang diselenggarakan oleh SMA Satria Jakarta. Berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan TO ke-1, maka direkomendasikan agar kegiatan ini dapat ditradisikan menjadi salah satu kegiatan unggulan SMA Labschool.
Sejak itu secara rutin setiap tahunnya SMA Labschool menyelenggarakan kegiatan TO. Kegiatan TO saat ini selain dilaksanakan oleh SMAN 81 Jakarta juga dilaksanakan oleh SMA Labschool Kebayoran dan SMA Labschool Jakarta.
Kegiatan TO tersebut setiap tahunnya memiliki lokasi yang berbeda. Penetapan lokasi TO paling tidak didasarkan atas 4 (empat) pertimbangan. Pertimbangan pertama ialah secara geografis tipologi daerah lokasi TO haruslah mencerminkan suasana pedesaan yang masih bersahaja.
Kedua, secara Sosiologis-Antropologis kondisi masyarakatnya mampu mendukung upaya sosialisasi dan memberi peluang terjadinya kontak budaya antar peserta dan masyarakat.
Ketiga, secara Psikologis warga masyarakatnya mau menerima siswa peserta TO sebagai "anak angkat" dan melakukan aktifitas di desa sesuai dengan acara yang telah diprogramkan.
Keempat, tersedianya berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan dan memadai untuk pelaksanaan kegiatan, seperti jalan desa yang dapat terjangkau oleh kendaraan, jumlah rumah untuk tempat tinggal regu, ketersediaan air untuk memasak maupun keperluan Mandi-Cuci-Kakus (MCK), lapangan yang memadai untuk kegiatan upacara dan gelar seni-budaya, tempat ibadah, serta medan yang cukup menantang dan indah untuk dinikmati dalam kegiatan lintas alam/penjelajahan.
Selama lebih dari tiga dasawarsa, secara tidak langsung TO telah melatih paradigma geografi anak-anak SMA. Mereka dilatih untuk melihat persamaan dan perbedaan yang ada di ruang muka bumi melalui kenampakan fisik wilayah maupun hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hal ini bisa dibuktikan melalui hasil penelitian mereka di bidang lingkungan hidup dan ilmu alam (
natural science) maupun di bidang ilmu sosial (
social science).
Di bidang lingkungan hidup dan ilmu alam misalnya, mereka mengkaji pengaruh tekanan dan temperatur udara terhadap titik didih air, keanekaragaman flora dan fauna di wilayah tertentu.
Di bidang ilmu sosial misalnya, mereka mengkaji hubungan tingkat urbanisasi dengan tersedianya lapangan kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hasil penelitian mereka kemudian didokumentasikan sebagai bahan perpustakaan di sekolah sekaligus rekomendasi kepada masyarakat setempat.
Kegiatan TO merupakan cerminan aplikasi Geografi dalam skala mikro. Kegiatan ini pulalah seharusnya menjadi gambaran akan pentingnya Ilmu Geografi di masa depan. TO merupakan kontribusi nyata Geografi sejak dini.(
db)
Powered by AkoComment!