Depan arrow Topik arrow Pendidikan arrow Minimnya Minat Lulusan SMA terhadap Geografi di Perguruan Tinggi
Minimnya Minat Lulusan SMA terhadap Geografi di Perguruan Tinggi Cetak E-mail
Kamis, 28 April 2005
Buana Katulistiwa ? Sebanyak 2,15 persen atau 129 peserta dari 6023 peserta yang ikut, berhasil lulus dari ujicoba Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Ujicoba ini dilakukan oleh Ikatan Alumni Penerima Beasiswa Sampoerna Foundation pada 2-3 April 2003 di Gelora Bung Karno Jakarta.

Hasil ujicoba diedarkan Sampoerna Foundation di www.sfaa.or.id dan Koran Tempo tanggal 25 April 2005. Ujicoba ini bisa dikatakan sebagai cerminan hasil SPMB Juli mendatang.

Dari peserta yang lulus, dua peserta memilih Geografi Universitas Indonesia (UI) sebagai jurusan pilihannya, dan kedua-duanya memilih Geografi UI sebagai pilihan ke-2. Nilai kelulusan Jurusan Geografi UI merupakan yang terendah di golongan IPA, dan hal ini tidaklah mengejutkan. Untuk diterima di Geografi UI, hanya perlu menjawab benar 38 persen dari seluruh kemungkinan nilai yang diperoleh.

Bagaimana posisi institusi pendidikan geografi di perguruan tinggi negeri (PTN)? Berikut ulasan dengan analogi, Geografi UI sebagai Jurusan Geografi di PTN, dan peserta ujicoba sebagai calon mahasiswa.

Nilai kelulusan Geografi UI mengungguli dua jurusan IPA yakni Ilmu Keperawatan Universitas Padjajaran Bandung dan Budidaya Perikanan Universitas Lampung. Untuk IPS, Geografi UI juga mengungguli Jurusan Antropologi Sosial UI, Akuntansi Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Lampung, Jurusan ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Jakarta dan Ilmu Manajemen Universitas Negeri Semarang.

Pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI sendiri, Geografi UI masih menjadi juru kunci yang tidak tergantikan. Matematika UI memiliki passing grade 44,8 persen, Farmasi UI 42,5 persen, Fisika UI 41 persen, dan Biologi UI 38,7 persen. Di UI, pesaing-pesaing Geografi sudah mulai menjauhi posisi passing grade-nya. Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya UI memiliki nilai kelulusan 39,2 persen, Sastra Indonesia 43 persen, Ilmu Kriminologi melesat 45,7 persen dan Sastra Jepang 49,7 persen.

Meski begitu, Eko Andri, mahasiswa geografi UI, mengganggap Ilmu Geografi akan naik pamornya setelah berbagai kejadian alam terjadi di Indonesia. Ia berharap peminat Ilmu Geografi pun akan meningkat. ?Jika peminat geografi terus meningkat, passing grade Geo UI otomatis akan naik juga, seperti hukum permintaan dan penawaran aja?ujarnya.

Senada dengan itu, Maureen, mahasiswa Geografi lainnya, menilai peminatan Geografi UI akan meningkat jika orang Indonesia sudah menganggap Ilmu Geografi itu penting. ?Siapa juga yang mau masuk jurusan nggak penting?? tambahnya.

Peran guru geografi SMA untuk mempromosikan Ilmu Geografi, dinilai penting untuk meningkatkan minat siswa. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Mahasiswa Geografi UI.

Eko Kusratmoko, Kepala Departemen Geografi UI, berupaya memasyarakatkan ilmu geografi. Ia akan mendukung kegiatan mahasiswa yang dapat meningkatkan minat siswa SMA terhadap Geografi.

Seiring dengan upaya tersebut, mahasiswa Geografi berencana melaksanakan kegiatan yang sasarannya siswa SMA. Himpunan Mahasiswa Geografi UI telah mengadakan kegiatan ?Peta Buta? yang berisi seminar mengenai Gempa, Rabu (27/4).

Begitu pula dengan Geographical Mountaineering Club, kelompok pecinta alam mahasiswa Departemen Geografi UI akan mengadakan serangkaian kegiatan dengan nama Help Our Planet Environment (HOPE) with Geography pada akhir Juni nanti. Albert Reza Breitner, Ketua GMC UI berkomitmen untuk menjalankan kegiatan ini dengan dukungan dari Departemen Geografi secara langsung.

?Acara buat anak SMA yang kita galang adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Workshop Navigasi dan Konservasi? jelasnya. Saat ini, pihak panitia sedang berusaha untuk menjaring dukungan berbagai pihak yang ingin berkerjasama. Untuk lengkapnya bisa dilihat di sini

?Sasaran kita bukan cuma peserta acara ini, tapi bagaimana supaya siswa SMA lainnya tahu kalau ada kegiatan ini, berarti bagaimana publikasi ini sampai di siswa SMA lain dalam konotasi yang positif terhadap Ilmu Geografi? ujar Dayat, sekretaris kegiatan HOPE with Geography.

(nh)
Komentar
Nasib serupa di UGM
Oleh pdanoedoro pada 2005-04-28 11:43:47
Fak.Geografi UGM juga pernah mengalami hal serupa. Meskipun bukan juru kunci di UGM, hingga sekitar tahun 1986, minat masuk geografi UGM melalui Perintis I/Sipenmaru/UMPTN masih di bawah 1:12. Sekitar tahun 1987 hingga 1989 meningkat jadi sekitar 1:15. Sejak tahun 1990 tes masuk bisa langsung memilih jurusan, dan jurusan Perenc. Pengemb. Wilayah tahun 1990 pernah mencapai sekitar 1:36an. Hingga tahun 1995, persaingan masuk Jurusan KPJ selalu tertinggi, yaitu sekitar 1:25. Mulai 1996, Dikti memaksa geografi hanya terdiri dari 1 prodi, dan persaingan drop ke 1:4,7 dan kemudian naik ke 1:8,6, dan kemudian naik lagi ke sekitar 1:10. Sejak 2003, dengan tidak mengikuti SPMB sejak melainkan hanya UM UGM, 5 prodi di F.Geografi (PW, KPJ, Geman, Gefisling, geografi) pun turun angka persiangannya dibandingkan jaman awal 90-an
Kalau begitu siapa yg harus bekerja lebi
Oleh taqy pada 2005-04-28 11:58:11
Departemen masing-masing untuk unjuk gigi, dan buka lagi di setiap universitas yg ada di Indonesia (tambah 20 lagi jurusan atau dep) nanti juga banyak peminatnya. Kenapa Fak hukum , teknik, kedokteran, ilmu sos lain banyak ya karena tiap uni ada. Dan masya Indonesia masih didominasi perilaku males/takut/dilarang orang tua jauh dari rumah. Sifat migran dengan kondisi ekonomi yg tidak bagus seperti ini semakin terbunuh. Gimana mau sekolah jauh2 yg ada geografinya, ah yg ada aja di kotanya, bukan begitu pak P. Danoedoro. taqy
Geografi Memang Tidak Terkenal
Oleh ekowustuk pada 2005-05-02 09:56:42
Lha, mau gimana lagi? 
Orang2 lulusan geografinya aja pada ngacir kerja di luar bidang keilmuannya? 
Plus, info soal kegunaan praktis ilmu ini di dunia usaha emang masih minim banget kan? Anak2 sekarang kan hampir semuanya "money oriented", jadi yah pendekatannya harus disesuaikan. Maksud saya, info yang diturunkan ke anak2 SMA calon mahasiswa itu ya yang berhubungan dengan duit, duit, dan duit, hahaha... Saya tidak bercanda lho! Serius...
minimnya info mengenai peranan dan fungs
Oleh taufan pada 2005-05-11 03:33:07
kecenderungan pengetahuan masarakat yang hanya mengetahui bahwa geografi identik dengan guru, sehingga menurunkan minat calon mahasiswa untuk belajar mengenai geografi yang kalah populer dengan teknik,kedokteran serta ekonomi. karena itu perlu adanya sosialisasi mengenai kegunaan dan manfaat mengenai teknologi yang baerbasis pada geografi,
Daya Kompetensi Geografi
Oleh sutomo pada 2005-08-15 05:28:31
Menurut saya, ketika mahasiswa pertama kali memilih jurusan pada SPMB, yang terpikirkan umumnya mencari jurusan yang menjamin masa depannya berkarir, bukan jurusan yang tidak jelas mau jadi apa nantinya. Barulah pilihan keduanya jatuh tidak jauh dari jurusan yang Passing Gradenya dipandang rendah. Hal ini menjadi pandangan mahasiswa umum dikalangan SMA kelas 3 menjelang SPMB. 
 
Saran saya, sebaiknya semua Jurusan Geografi di Indonesia berbenah diri dan mengadakan reformasi dibidang kurikulum agar bisa dipandang sebagai jurusan yang lulusannya punya Skill, bukan cuma teori yang tidak bisa diaplikasikan. Ingat di Indonesia belum cukup luas tempat untuk para Ilmuwan Fisika, apalagi Geografi. 
 
Saya punya saran bagus (*jika mau diterima) agar jurusan Geografi mulai menerapkan pendidikan berbasis Teknologi Informasi dengan memadukan teori Grografi dengan aplikasi komputer (GIS = Greography Information Systems) , bahkan mungkin mendidik mahasiswanya untuk mendesain perangkat keras (hardware) untuk keperluan navigasi satelit - Handphone.  
Atau misalnya alat pedeteksi gempa via Handphone.... 
 
Untuk mendapatkan mahasiswa berkualitas, sebaiknya sebar PMDK ataupun beasiswa, kurangi jatah kursi untuk SPMB, karena yang masuk lewat SPMB ke Geografi hanya mahasiswa yg tidak cinta geografi (umumnya). 
HARUS ADA KESINAMBUNGAN KERJASAMA DENGAN
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-05-01 11:45:13
Semua itu harus dimulai ketika di SMA. Siswa harus dibuat berminat mempelajari Geografi. Jika gurunya tidak dari background Geografi, bagaimana bisa memunculkan minat siswa. Kadang-kadang guru yang berasal dari jurusan Geografi pun seringkali tidak peduli dengan minat siswa pada Geografi, kurang inovasi, menjenuhkan. Saya berasal dari Jurusan Geografi IKIP Bandung (UPI) dan sejak 2005 hingg sekarang mengajar di SMA Negeri 25 Bandung. Saya sudah melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran Geografi, dan tampak minat siswa menjadi membaik terhadap Geografi. Namun sayang, inovasi dari jurusan Geografi di Perguruan Tinggi yang selama ini saya tunggu tidak kunjung datang. Tolong dong buat gebrakan dan tekanan ke Depdiknas agar membuat sebuah kompetisi tingkat nasional tentang konsep geografi misalnya atau mental map misalnya atau mungkin saja tentang Geografi Indonesia.
Siapa bilang Geografi ng' Laris dan Alu
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-06-16 07:31:49
Siapa bilang Geografi ng' Laris dan Alumninya ng' bisa ngapa-ngapain...asalkan kamu bisa masuk UI aja...kamu bakal dapat kerja keluarnya nanti...Gimana caranya?Memang jurusan Geografi kurang banyak lapangan pekerjaannya...jadi solusi buat anak Geografi harus ahli dibidang IT...jadi pilih Geografi UI, sebab Geografi UI itu dibawah naungan FMIPA-UI yang fasilitas di bidang IT-nya termasuk lengkap, seperti Internet Gratis...He..he..he.., emang ada kampus lain yang bisa kayak FMIPA-UI, Lab komputer dan banyak lagi yang bisa menambah semangat kamu untuk kuliah di jurusan apapun asalkan di UI atau bahkan di FMIPA-UI...jangan takut ng dapat kerja...toh kamu kalau uda masuk UI...kan keluarnya uda punya skill. Dan kalu uda punya skil ngapain takut untuk ng' dapat kerja...ingat bumi Allah itu sangat luas...dan banyak rejeki yang terdapat didalamnya...saya bukan anak Geografi UI loh..saya itu anak Fisika-UI yang lapangan kerjanya ng' perlu diragukan lagi
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com