Hasil ujicoba diedarkan Sampoerna Foundation di www.sfaa.or.id dan Koran Tempo tanggal 25 April 2005. Ujicoba ini bisa dikatakan sebagai cerminan hasil SPMB Juli mendatang.
Dari peserta yang lulus, dua peserta memilih Geografi Universitas Indonesia (UI) sebagai jurusan pilihannya, dan kedua-duanya memilih Geografi UI sebagai pilihan ke-2. Nilai kelulusan Jurusan Geografi UI merupakan yang terendah di golongan IPA, dan hal ini tidaklah mengejutkan. Untuk diterima di Geografi UI, hanya perlu menjawab benar 38 persen dari seluruh kemungkinan nilai yang diperoleh.
Bagaimana posisi institusi pendidikan geografi di perguruan tinggi negeri (PTN)? Berikut ulasan dengan analogi, Geografi UI sebagai Jurusan Geografi di PTN, dan peserta ujicoba sebagai calon mahasiswa.
Nilai kelulusan Geografi UI mengungguli dua jurusan IPA yakni Ilmu Keperawatan Universitas Padjajaran Bandung dan Budidaya Perikanan Universitas Lampung. Untuk IPS, Geografi UI juga mengungguli Jurusan Antropologi Sosial UI, Akuntansi Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Lampung, Jurusan ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Jakarta dan Ilmu Manajemen Universitas Negeri Semarang.
Pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI sendiri, Geografi UI masih menjadi juru kunci yang tidak tergantikan. Matematika UI memiliki passing grade 44,8 persen, Farmasi UI 42,5 persen, Fisika UI 41 persen, dan Biologi UI 38,7 persen. Di UI, pesaing-pesaing Geografi sudah mulai menjauhi posisi passing grade-nya. Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya UI memiliki nilai kelulusan 39,2 persen, Sastra Indonesia 43 persen, Ilmu Kriminologi melesat 45,7 persen dan Sastra Jepang 49,7 persen.
Meski begitu, Eko Andri, mahasiswa geografi UI, mengganggap Ilmu Geografi akan naik pamornya setelah berbagai kejadian alam terjadi di Indonesia. Ia berharap peminat Ilmu Geografi pun akan meningkat. ?Jika peminat geografi terus meningkat, passing grade Geo UI otomatis akan naik juga, seperti hukum permintaan dan penawaran aja?ujarnya.
Senada dengan itu, Maureen, mahasiswa Geografi lainnya, menilai peminatan Geografi UI akan meningkat jika orang Indonesia sudah menganggap Ilmu Geografi itu penting. ?Siapa juga yang mau masuk jurusan nggak penting?? tambahnya.
Peran guru geografi SMA untuk mempromosikan Ilmu Geografi, dinilai penting untuk meningkatkan minat siswa. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Mahasiswa Geografi UI.
Eko Kusratmoko, Kepala Departemen Geografi UI, berupaya memasyarakatkan ilmu geografi. Ia akan mendukung kegiatan mahasiswa yang dapat meningkatkan minat siswa SMA terhadap Geografi.
Seiring dengan upaya tersebut, mahasiswa Geografi berencana melaksanakan kegiatan yang sasarannya siswa SMA. Himpunan Mahasiswa Geografi UI telah mengadakan kegiatan ?Peta Buta? yang berisi seminar mengenai Gempa, Rabu (27/4).
Begitu pula dengan Geographical Mountaineering Club, kelompok pecinta alam mahasiswa Departemen Geografi UI akan mengadakan serangkaian kegiatan dengan nama Help Our Planet Environment (HOPE) with Geography pada akhir Juni nanti. Albert Reza Breitner, Ketua GMC UI berkomitmen untuk menjalankan kegiatan ini dengan dukungan dari Departemen Geografi secara langsung.
?Acara buat anak SMA yang kita galang adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Workshop Navigasi dan Konservasi? jelasnya. Saat ini, pihak panitia sedang berusaha untuk menjaring dukungan berbagai pihak yang ingin berkerjasama. Untuk lengkapnya bisa dilihat di sini
?Sasaran kita bukan cuma peserta acara ini, tapi bagaimana supaya siswa SMA lainnya tahu kalau ada kegiatan ini, berarti bagaimana publikasi ini sampai di siswa SMA lain dalam konotasi yang positif terhadap Ilmu Geografi? ujar Dayat, sekretaris kegiatan HOPE with Geography.
(
nh)