Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Membuka ?National Geographic Indonesia? dengan Foto Bawah Laut Emory Kristof
Membuka ?National Geographic Indonesia? dengan Foto Bawah Laut Emory Kristof Cetak E-mail
Senin, 31 Januari 2005
Buana Katulistiwa – Memasuki gedung tua di jajaran pertokoan dan perkantoran Jalan Gajah Mada No 111 Jakarta Pusat, pengunjung disuguhi sepuluh bingkai berwarna kuning khas simbol Majalah National Geographic dalam halaman yang asri di gedung bekas pemerintahan gubernur jenderal Batavia ini.

foto pameranPintu masuk museum dalam Gedung Arsip Nasional itu pun ditambahkan bingkai kuning berukuran lebih besar. Atmosfir National Geographic amat terasa pada jalan menuju pameran foto bawah laut yang bertajuk Deep Sea Photo Exebition by Emory Kristof.

    Pameran yang diadakan oleh Majalah National Geographic Indonesia dan Kompas ini merupakan salah satu rangkaian peluncuran majalah tersebut tanggal 25 Februari 2005 untuk edisi Maret 2005. Pameran ini dibuka pada hari Selasa tanggal 25 Desember 2005 dan berakhir pada tanggal 28 Januari 2005.

    Pameran ini menampilkan sedikitnya 40 karya foto kehidupan di bawah air yang direkam menggunakan kamera digital berkualitas tinggi dan banyak mendapat penghargaan atas karya-karya tersebut. Foto yang ditampilkan didominasi oleh ekosistem bawah air dan beberapa hasil ekspedisi Emory Kristof di situs bangkai kapal di beberapa bagian dunia.

    Karya terbaik yang ditampilkan diantaranya dua foto hasil jepretan kamera dalam wahana remotely operated vehicles (ROVs) di bangkai Titanic yang merupakan foto pertama yang berhasil memotret kapal pesiar terkenal itu pada kedalaman 3800 di bawah air. Ada juga foto bangkai kapal dagang Spanyol abad ke-16 yang karam di Filipina, dimana ia sendiri yang memimpin ekspedisi penyelaman tersebut. Sementara ekosistem yang ditampilkan diantaranya kondisi di saluran air panas bawah laut dan tampilan close up dari plankton yang terekam amat tajam. Sayangnya pameran ini kurang mendapat perhatian masyarakat, hal ini dapat dilihat dari minimnya jumlah pengunjung yang datang, pada hari pertama setelah pembukaan saja sampai pukul 13.30 WIB pengunjung yang terdaftar sebanyak 38 orang, yang sebagian besar berasal dari media peliput dan tamu undangan.

    Selain itu, penampilan foto yang ditampilkan berbeda dengan pameran foto pada umumnya. “Biasanya kalo pameran foto yang ditampilkan itu, selain judul foto, cerita foto, yang utama adalah teknik pengambilan foto, seperti tipe kamera, bukaan diafragma, pencahayaan, rana, gitu-gitu deh,” ujar Maureen, salah satu pengunjung yang antusias terhadap penyelenggaraan pameran ini, namun tampak kecewa dengan tampilan dalam ruang pameran, “Nggak sebanding dengan nuansa di pintu masuk tadi” katanya lagi.

    Foto-foto yang ditampilkan pada pameran ini memang tidak mencantumkan judul foto, dan juga tidak menampilkan teknis pengambilan gambar, sehingga tampak hanya seperti album foto biasa.

    Ketika penjaga stand National Geographic Indonesia yang ditemui di pintu masuk sendiri tidak banyak mengetahui tentang pameran tersebut, bahkan ditanya tentang jumlah foto yang ditampilkan dalam pameran tersebut, dara manis resepsionis tersebut tidak mengetahuinya dan lebih terfokus pada penawaran berlangganan majalah terkemuka tersebut. (nh)
Komentar
lumayan lah
Oleh ordinary kid pada 2005-03-26 14:09:48
saya kira itu suatu permulaan..kan jarang-jarang pameran bernuansa geografi diadakan. smoga lain kali lebih baik
Oleh ordinary kid pada 2005-04-01 13:45:09
gimana cara mendapatkan majalah national geographic indonesia-nya ? 
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com