Depan Topik Pendidikan Geografi UGM: Sebuah langkah menuju Akreditasi A
|
Geografi UGM: Sebuah langkah menuju Akreditasi A |
|
|
|
Kamis, 13 Januari 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Sejak tahun 1969 Fakultas Geografi UGM telah memulai kiprahnya untuk mencetak ahli-ahli geografi di Indonesia sampai sekarang. Hal ini sedikit berbeda dengan Departemen Geografi UI yang lebih dahulu memulai kiprahnya pada tahun 1950-an. Jika membandingkan umur, bisa dikatakan umur Fakultas Geografi UGM masih relatif muda. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi hambatan bagi Fakultas Geografi UGM untuk terus maju.
Berawal hanya dengan fasilitas fisik yang berupa gedung berlantai satu, Fakultas Geografi UGM terus berusaha meningkatkan kualitas sarana pendidikannya. Pada tahun 1973, Fakultas Geografi UGM telah memulai kerjasamanya dengan NUFFIC Belanda untuk membangun sarana pendidikan yaitu gedung perkuliahan dalam rangka pengembangan jurusan di lingkungannya. Kerjasama selanjutnya, diwujudkan dalam bentuk proyek ESP (Earth Science Project) Belanda pada tahun 1975.
Tak lupa, pembangunan gedung untuk pengembangan jurusan juga dilakukan kerjasama antara Bakosurtanal, UGM dan ITC Belanda yang diwujudkan dalam bidang pendidikan dan penelitian pada tahun 1975. Selain itu, pada tahun 1988 mendapatkan bantuan dari Bank Dunia (World Bank) untuk membangun fasilitas fisik berupa satu unit gedung berlantai dua untuk kegiatan Kantor Pusat Tata Usaha dan Ruang Pimpinan Fakultas serta Ruang Kuliah. Pembangunan dalam rangka pengembangan jurusan di Fakultas Geografi UGM terus berlangsung hingga sekarang.
Fakultas Geografi UGM yang berada dibawah konsorsium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) diharuskan memiliki keterkaitan dengan bidang MIPA. Tahun 1995, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Keputusan No. 0219/U/1995 yang menetapkan Program Studi Geografi menjadi satu-satunya program studi di Fakultas Geografi UGM. Dari program studi tersebut dibuatlah empat peminatan khusus yaitu Geografi Fisik, Geografi Manusia, Kartografi dan Penginderaan Jauh, serta Perencanaan Pengembangan Wilayah. Hal ini sejalan dengan perjuangan Fakultas Geografi UGM sejak awal yang menginginkan pengembangan jurusan dilingkungannya.
Dengan visi "Tercapainya komitmen dan mutu tenaga profesional Geografi dalam proses penanganan sumberdaya dan lingkungan guna pembangunan wilayah yang adil dan berkelanjutan" serta misi "Menjanjikan lembaga dan para ahli geografi mampu berperan dalam proses pengembangan ilmu pembangunan wilayah dengan basis ilmu geografi", Fakultas Geografi UGM menargetkan lulusannya untuk dapat mengkaji karakteristik sumberdaya wilayah dan lingkungan dalam kaitannya dengan trend dan dinamika nasional dan global, kemudian mampu menggunakan metode analisis data wilayah dan teknik analisis sumberdaya serta penyajian peta tematik wilayah/SIG, serta dapat menyusun data wilayah, rencana pembangunan dan melaksanakan program/proyek.
Berkat pengembangan jurusan/peminatan khusus selama 3 dasawarsa belakangan, pada akhirnya Badan Akreditasi Nasional memberikan nilai A (Unggul) untuk program studi Geografi di Fakultas Geografi UGM. Hal ini pulalah yang menjadikan Fakultas Geografi UGM sebagai salah satu kiblat perkembangan Geografi di Indonesia saat ini.(db) Powered by AkoComment! |
|
|
|
|
|