Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Ditemukan Berbagai Spesies Baru di Papua
Ditemukan Berbagai Spesies Baru di Papua Cetak E-mail
Rabu, 08 Pebruari 2006
Buana Katulistiwa - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Conservation International Indonesia, mengumumkan telah menemukan sejumlah spesies baru di Membramo, Papua.

Pengumuman temuan berdasarkan ekspedisi yang dilakukan LIPI,Universitas Cendarawasih (Uncen),Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua I dengan lembaga lingkungan asal Amerika Serikat pada November-Desember 2005 di Pegunungan Foja, Mamberamo, Papua, disampaikan antara lain Kepala Pusat Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dr Dedi Darnaedi dan Regional Vice President Conservation International Indonesia Jatna Supriatna, di Jakarta, Selasa (7/2).

Sejumlah spesies baru tersebut, di antaranya adalah kanguru pohon mantel emas (dendrolagus pulcherrimus), lima jenis palem-paleman, burung hisap madu serta penemuan kembali katak mata jaring (nyctimystes fluviatilis) dan katak xenorhina arboricola.

Dalam survei yang membagi tim menjadi dua yaitu tim flora dan tim fauna itu, tim flora berhasil menemukan 24 jenis palem-paleman (Palmae), lima jenis di antaranya tercatat sebagai spesies baru, satu jenis pholidocarpus, dua spesies rotan dan dua spesies palem licuala. Tim itu pun berhasil pula mengoleksi 550 jenis tumbuhan di luar keluarga palem-paleman, lima di antaranya termasuk spesies baru.

Sementara itu, penemuan kanguru pohon mantel emas (dendrolagus pulcherrimus) disebut sebagai hasil survei yang paling spektakuler dan membanggakan karena salah satu mamalia yang berstatus hampir punah ini tercatat sebagai penemuan pertama di wilayah Indonesia.

Dr Dedi Darnaedi mengatakan bahwa penelitian telah jauh berkembang hingga ke taraf biologi molekuler di abad 21 ini. Penelitian terus berkembang sehingga tidak akan pernah selesai, penemuan spesies baru adalah awal dari penelitian-penelitian selanjutnya,” ujarnya.

Sedangkan ahli peneliti kupu-kupu Bruder Henk van Mastright mengatakan bahwa untuk menentukan suatu spesies betul merupakan penemuan baru dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Dikatakan, perlu campur tangan dari sejumlah pakar yang ahli di bidang maisng-masing untuk memastikan bahwa spesies itu memang baru, kemudian baru dilanjutkan dengan penelitian nilai fungsinya.

Mereka juga menyoroti mengenai rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Membramo, yang menurut mereka dapat mengganggu lingkungan. Rencana membangun PLTA di Membramo kabarnya akan menenggelamkan sekitar 200 ribu sampai 300 ribu wilayah Membramo sehingga tentu saja memiliki potensi untuk mengubah keaneragaman hayati di kawasan Membramo. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com