Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Periset Indonesia Bertemu Konsolidasikan Riset Flu Burung
Periset Indonesia Bertemu Konsolidasikan Riset Flu Burung Cetak E-mail
Rabu, 30 November 2005
Buana Katulistiwa Banyaknya rahasia yang belum diketahui dalam urusan Flu Burung (Avian Influenza) agaknya disadari oleh para periset di Indonesia. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) kemudian menggelar pertemuan 29-30 Desember di Jakarta, untuk mengkonsolidasikan berbagai riset ini.

Diberi tajuk “Indonesian Research Response to Avian Influenza”, pertemuan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan termasuk peneliti flu burung, dokter, dokter hewan, ahli virologi, pejabat Depkes hingga para pejabat dari Kementerian Riset dan Teknologi.

Juga ditampilkan peneliti asing seperti virolog dari Universitas Virginia (AS) Frederick G Hayden dan peneliti dari National Institute for Allergy and Infectious Diseases (NIAID) AS Elizabeth S Higgs memberikan pemaparan seputar perkembangan penelitian tentang flu burung di dunia termasuk yang berkaitan dengan pembuatan obat antivirus dan vaksin AI untuk manusia.

Menurut Wakil Ketua AIPI Prof Sangkot Marzuki agenda riset tentang flu burung sangat diperlukan mengingat hingga saat ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menanggulangi merebaknya kasus infeksi virus flu burung pada manusia di tanah air.

“Penelitian sangat diperlukan untuk memastikan apakah senjata yang kita gunakan untuk melawan virus ini sudah tepat dan efektif karena itu kita menyelenggarakan pertemuan ini,” katanya.

AIPI, kata Sangkot, akan memetakan potensi lembaga-lembaga penelitian yang ada untuk mengidentifikasi potensi dan kapasitas lembaga riset yang dimiliki serta merumuskan hal-hal yang diperlukan untuk memperbaikinya.

Nantinya sebanyak 10 lembaga penelitian termasuk Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Lembaga Eijkman, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana, Universitas Hasanudin (Unhas) dan Universitas Sumatera Utara (USU) akan terlibat dalam penelitian tentang flu burung yang diagendakan tersebut.

Menkes Siti Fadilah Supari sendiri saat membuka pertemuan ini mengatakan bahwa penelitian memang mutlak untuk memperbaiki sistem penanganan flu burung mengingat saat ini masih banyak ketidakpastian seputar infeksi virus flu burung. Pertanyaan-pertanyaan tentang flu itu akan terjawab setelah dilakukan riset. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com