Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Tim Jepang: Pemusnahan Unggas Tak Mutlak Diperlukan
Tim Jepang: Pemusnahan Unggas Tak Mutlak Diperlukan Cetak E-mail
Jumat, 30 September 2005
Flu BurungBuana Katulistiwa - Pengalaman Jepang dalam mengatasi flu burung (avian influenza) layak menunjukkan bahwa pemusnahan unggas untuk mencegah flu burung bukanlah hal yang mutlak dilakukan. Hal itu tergantung dari situasi yang terjadi di suatu negara.

Pengalaman itu disampaikan Direktur Kantor Intelijen dan Perencanaan Kebijakan pada Pusat Surveilans Penyakit Infeksi, Lembaga Penyakit Infeksi Nasional Jepang, MD Kiyosu Taniguchi, PhD, saat bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun.

Taniguchi datang ke Indonesia bersama tim dari Jepang lainnya sejak 27 September lalu untuk melakukan observasi mengenai kasus flu burung di Indonsia.

Menurut dia, dalam beberapa kasus, membunuh semua unggas bisa jadi bukan merupakan pilihan yang tepat karena hal itu sangat sulit dilakukan.

"Pengalaman kami di Jepang, kami pernah melakukan pemusnahan massal secara global, imunisasi dan surveilans. Namun pemusnahan massal itu tidak mutlak diperlukan, tapi sebenarnya tergantung situasi seberapa banyak kasus yang ditemukan di sebuah negara," kata Taniguchi.

"Anda tak bisa membunuh semua ternak yang ada di Indonesia, karena itu kita harus melakukan cara lain seperti imunisasi tapi untuk itu tentunya diperlukan tim surveilans yang bagus," sambungnya.

Seperti diketahui, sejak awal merebaknya kasus flu burung pada manusia hingga saat ini, jumlah kasus flu burung di Indonesia menurut informasi dari Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Departemen Kesehatan sebanyak 63 kasus dengan rincian satu orang terpapar, lima orang sudah dikonfirmasi positif, sembilan kemungkinan besar terkena (probable) dan 48 orang diduga kuat terinfeksi.

Pasien-pasien yang dinyatakan sebagai suspek saat ini di antaranya dirawat di RSPI Sulianti Saroso (22 orang), RS Pondok Indah (8 orang) dan RS Persahabatan (1 orang).

Taniguchi mengatakan, dengan tim pemantau penyakit (surveilans) yang trampil dan bagus, kasus-kasus flu burung pada unggas dan manusia dapat dideteksi secara dini sehingga upaya tindaklanjut bisa segera diambil.

Ia juga menegaskan, penentuan kebijakan dalam pemberantasan virus AI harus diseleksi berdasarkan prioritas yang dipentingkan. Ada banyak pilihan yang bisa dilakukan namun itu harus diseleksi, tergantung pada penekanan yang dipentingkan," katanya.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan gerakan "tumpas" avian influenza atau flu burung dalam rangka mengatasi penyebaran penyakit flu burung yang saat ini sedang melanda tanah air.

Pencanangan itu dilakukan di Pasuruan, Jatim, Kamis (29/9) saat membuka Pekan Peternakan Unggulan Nasional 2005.

"Saya mengajak masyarakat melakukan penumpasan flu burung dengan 'tumpas' aviant influenza. Dengan 'tumpas' masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan flu burung," ujarnya.

"Tumpas" yang dicanangkan Presiden merupakan singkatan dari Tidak perlu panik dan khawatir, Usahakan kebersihan kandang unggas, Menyemprotkan desinfektan, mencuci tangan dengan air sabun, Proteksi anak-anak dan lanjut usia dari unggas yang sakit, Amankan dengan memasak daging dan telur sebelum dimakan dan Segera lapor bila ada unggas sakit, jangan diam saja.

Presiden mengharapkan kepada gubernur, bupati, walikota, camat dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatasi penyakit flu burung. "Kalau tidak dilakukan gerakan bersama menumpas flu burung bisa mengganggu peternakan kita," katanya. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com