Buana Katulistiwa - Pemerintah mencoba merancang kembali wilayah peruntukan (zonasi) industri perternakan. Pelarangan adanya peternakan dan rumah penjagalan di sekitar kota berpenduduk padat, diharapkan dapat memutus rantai persebaran virus flu burung yang hingga kini (22/09) telah menelan empat korban meninggal dunia.
"Kedepannya, kami akan mengatur kembali industri peternakan di Indonesia untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia", ujar Mathur Riady, Dirjen peternakan di Departemen Pertanian, seperti dikutip dari Reuters.
"Misalnya, seharusnya tidak ada rumah penjagalan ayam di Kota Jakarta", imbuh Riady. "Kota Metropolitan seperti Jakarta seharusnya tidak diperuntukan sebagai tempat industri rumah tangga berupa peternakan unggas".
Ia tidak mengatakan bahwa peraturan yang baru akan menghalangi usaha rumah penjagalan ayam. Namun, masih belum jelas kapan langkah baru yang diambil akan efektif. Riady mengakui bahwa pelarangan rumah penjagalan ayam dan peternakan di ibukota (kota besar) dengan populasi sekitar 12 juta penduduk akan memicu masalah sosial dan ekonomi.
Beberapa peternakan unggas di Jakarta berada di dekat area permukiman. Kebanyakan industri rumah tangga di perkotaan di Indonesia bergerak pada bidang peternakan, terutama peternakan ayam di halaman rumah mereka.
Riady mengatakan jumlah ayam yang mati karena virus flu burung pada tahun 2005 mencapai 800.000 ekor dan 5,3 juta ekor ayam terinfeksi sepanjang tahun 2004.
Minggu kemarin WHO (World Health Organization) telah memberi peringatan bahwa virus flu burung dapat berubah ke stadium lanjut dan menjadi semakin membahayakan yaitu dapat menulari antarmanusia dan dunia tidak punya cukup waktu mencegah terjadinya pandemik. Penyakit yang ditularkan melalui perantara hewan (zoonotic diseases) dapat berpindah antara hewan dan manusia.
Dokter-dokter di Indonesia mengamati 11 pasien dengan gejala virus flu burung, Menteri Kesehatan pada hari Kamis mengatakan bahwa ketakutan menyebarnya virus flu burung tengah merebak di kalangan masyarakat.
Senin kemarin, pemerintah menentukan keadaan siaga untuk warga yang memilki gejala-gejala tertular virus flu burung harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Selain Indonesia, virus flu burung telah membunuh 44 orang di Vietnam, 12 orang di Thailand dan 4 orang di Kamboja. (mk) Powered by AkoComment! |