Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Kasus Polio di Indonesia Tersebar di Enam Provinsi
Kasus Polio di Indonesia Tersebar di Enam Provinsi Cetak E-mail
Selasa, 20 September 2005
PolioBuana Katulistiwa - Setelah kasus pertama kali pada awal tahun 2005, kasus polio yang tercatat di Indonesia hingga telah terdeteksi di enam provinsi, dengan jumlah kasus sebanyak 236 kasus.

Enam provinsi di Indonesia yang kini terjangkiti polio antara lain Lampung 13 kasus, Jawa Barat (58 kasus), Banten (155 kasus), Jateng (lima kasus), DKI Jakarta (empat kasus), dan Sumatera Utara (satu kasus).

Kasus polio pertama sejak satu dasawarsa, tercatat di Jawa Barat pada 13 Mei 2005, dengan korban bayi perempuan berumur 18 bulan.

Analisis laboratorium terhadap virus menunjukkan virus berkelanan ribuan mil dari Afrika Barat, yakni pusat wabah polio yang telah menyebarkan virus ke 16 negara yang sebelumnya sudah bebas polio, termasuk Indonesia.

Kasubdit Imunisasi Depkes RI Dr Jane Supardi, MPH di Semarang, belum lama ini mengatakan jumlah kasus polio ini kemungkinan angkanya bisa terus meningkat apabila tidak diantisipasi dengan cepat.

Polio merupakan penyakit yang dapat melumpuhkan atau mengakibatkan kematian korbannya dalam hitungan jam. Terbawa dalam tinja manusia, penyakit ini sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak usai di bawah lima tahun.

Dr Jane mengatakan, 20 tahun lalu polio pernah melumpuhkan 1.000 anak per hari di hampir setiap negara di seluruh dunia, namun tahun 1988 dunia mencanangkan program pemberantasan polio sedunia yang populer dengan sebutan "Program Pemberantasan Polio Global", yakni suatu gerakan internasional untuk membasmi polio.

Kampanye ini telah menyelamatkan lima juta anak dari kelumpuhan akibat polio dan menekan angka korban polio sampai dengan lebih kurang dari 90 persen, sedangkan tahun 2004 hanya terdapat 1.266 kasus polio di seluruh dunia, lebih dari 90 persen terjadi di enam negara. "Kini kita sedang memasuki babak akhir dari pertarungan menuju dunia bebas polio," katanya.

Virus polio tipe 1,2,3 tahan sabun, deterjen, alkohol, ether, dan chlorofom yang menyebar melalui kotoran manusia, sedangkan lumpuh karena polio tidak dapat disembuhkan dan pertahanan satu-satunya yang harus dilakukan hanyalah imunisasi.

Dikatakan, kini ada satu vaksin yang aman untuk menangkal polio bernama vaksin polio tetas (oral polio vaccine/OPV). vaksin itu berfungsi melindungi anak-anak seumur hidup jika vaksin diberikan berkali-kali.

Untuk menghentikan penyebaran virus polio dan mencegah penularan ke negara-negara tetangga, maka bangsa Indonesia bersatu secara serentak menyelenggarakan pekan imunisasi nasional (PIN) selama dua hari dalam dua putaran, yakni putaran pertaman 30 Agustus 2005 dan putaran kedua 27 September 2005 yang diikuti sekitar 24 juta balita.

Angka rata-rata cakupan imunisasi rutin di Indonesia baru mencapai 70 persen, sehingga menyebabkan sejumlah besar anak-anak tidak terlindungi penyakit polio.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com