|
Buana Katulistiwa - Berdasarkan data yang dihimpun Depkes hingga Selasa (4/10), kasus flu burung di Indonesia telah membengkak menjadi 85 kasus, yang tersebar di sembilan provinsi. Terbanyak adalah DKI Jakarta.

Data dari Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung, menyebutkan DKI Jakarta (45 kasus), Banten (13 kasus), Jawa Barat (10 kasus), Sumatera Utara (1 kasus), Kalimantan Timur (1 kasus), Lampung (3 kasus) dan dua kasus lainnya belum diketahui berasal dari provinsi mana.
Dari 85 kasus tersebut 65 diantaranya merupakan suspect (suspek, atau menunjukkan gejala infeksi AI), 11 diantaranya probable (kasus suspek disertai bukti laboratorium yang mengarah ke infeksi AI), 4 kasus confirm (konfirmasi atau positif terinfeksi berdasarkan pemeriksaan laboratorium konfirmasi WHO di Hong Kong) dan satu kasus terpapar.
Dari keseluruhan kasus tersebut 11 diantaranya meninggal dengan rincian tiga dari empat kasus konfirmasi, dua dari 11 kasus probable, dan enam dari 69 kasus suspek.
Dirjen PP dan PL Depkes I Nyoman Kandun dalam penjelasannya mengatakan, 85 kasus itu sudah termasuk data terbaru dari pasien Indriansiah yang berada di RS Adam Malik, Bandar Lampung.
Menurutnya, Indriansiah saat ini sedang diinvestigasi. "Belum ada hasilnya dan ada seorang ahli dari Central for Disease Control (CDC), Atlanta, AS, yang ikut invstigasi," ujarnya.
Angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) dari kasus infeksi virus flu burung di Indonesia juga telah mengalami perubahan, CFR kasus konfirmasi 75 persen, kasus probable 18,8 persen dan kasus suspek 8,70 persen atau rata-rata CFR sekitar 12,94 persen.
Pasien-pasien tersebut saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan untuk kasus infeksi flu burung. Di DKI Jakarta pasien dengan dugaan terinfeksi virus flu burung di rawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso (20 orang hingga 4 Oktober 2005).
Dari kedua puluh pasien yang sebelum dirawat berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan tersebut tiga di antaranya dirawat di ruang isolasi ICU, 10 orang di ruang isolasi Cempaka, dan tujuh orang di ruang isolasi Mawar. (bj) Powered by AkoComment! |