|
Dunia Harus Bekerjasama Menangani Flu Burung |
|
|
|
Minggu, 25 September 2005 |
Buana Katulistiwa - Presiden Indonesia mengatakan pada hari Jumat (23/9) bahwa sangat penting bagi komunitas internasional untuk bersama-sama memerangi flu burung, ditambahkan olehnya pemerintah Indonesia telah berupaya penuh untuk menanggulangi virus tersebut yang telah membunuh empat orang.
Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pihak berwenang telah memeriksa area-area rawan seperti kebun binatang dan pasar burung. Jumlah korban yang di indikasikan terkena virus H5N1 meningkat menjadi 17 orang, yang ke semuanya terdapat di Jakarta.
Tetapi ahli kesehatan PBB menyatakan peningkatan jumlah kasus di Indonesia yang merupakan produsen dan konsumer ayam besar, tidak merupakan sebuah tanda bahwa kondisi semakin parah, dan tidak terdapat tanda bahwa virus akan mudah menyebar antar manusia.
"Sejarah menunjukkan, bila tidak ada kerjasama global, penyakit dapat mudah menyebar antar negara dan jumlah korban akan menjadi lebih tinggi" SBY mengatakan hal tersbut saat konferensi pers setelah menemui gubernur dari 33 propinsi yang ada di Indonesia.
"Kita telah mengambil langkah efektif, baik nasional maupun internasional, sehingga tidak menyebar yang bisa menjadi ancaman bagi komunitas global."
Presiden tidak mengatakan bagaimana kerjasama internasional, namun banyak ahli kesehatan asing yang telah datang untuk membantu.
Virus flu burung telah menyebar hingga 22 propinsi seluruh Indonesia, menyebabkan kematian dari 9,5 juta ternak sejak tahun 2003. Pemerintah Indonesia mengatakan akan memeriksa peternakan-peternakan yang merupakan tempat penyebaran virus yang paling serius.
4 orang telah meninggal dunia sejak bulan Juli akibat virus flu burung. Flu burung telah membunuh 64 orang di empat negara Asia sejak tahun 2003 dan juga telah ditemukan virus tersebut di Rusia dam Eropa. (tk) Powered by AkoComment! |