Depan arrow Topik arrow Kesehatan arrow Di Indonesia, Flu Burung Menurun, DBD Meningkat
Di Indonesia, Flu Burung Menurun, DBD Meningkat Cetak E-mail
Senin, 17 Oktober 2005

Buana Katulistiwa -Jika pejabat kesehatan PBB dan Amerika Serikat terus mencemaskan peningkatan jumlah kasus flu burung yang diperkirakan segera memasuki pandemik, di Indonesia, data terakhir menunjukkan jumlah pasien penyakit ini, malah menurun. Sebaliknya untuk DBD meningkat.

Departemen Kesehatan, seperti dilansir dalam www.depkes.go.id, Senin (17/10)mengungkapkan, sampai dengan 13 Oktober 2005 jumlah pasien yang diduga flu burung di Indonesia turun dari hari sebelumnya yaitu dari 42 kasus menjadi 39 kasus dengan perincian 29 kasus suspek (menunjukkan gejala flu burung), empat kasus probable (kasus suspek disertai bukti laboratorium yang mengarah kepada virus influenza A/H5N1), lima kasus confirm (berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium rujukan WHO di Hongkong) dan satu kasus terpapar.

Posko flu burung juga melaporkan ada 70 kasus yang masih dirawat tetapi bukan flu burung berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Keseluruhan pasien diduga flu burung tersebut baik confirm, probable, suspek maupun terpapar tersebar di 7 provinsi yaitu DKI Jakarta (17 kasus), Banten (7 kasus), Jawa Barat (7 kasus), Jawa Timur (1 kasus), Kalimantan Timur (1 kasus), Sulawesi Selatan (2 kasus) dan Lampung (4 kasus).

Menurut Depkes, hingga data ini dikeluarkan tidak ada perubahan jumlah korban meninggal yang confirm flu burung yaitu tetap sebanyak 3 kasus. Demikian pula dengan kasus probable korban meninggal tetap 2 orang dan kasus suspek korban meninggal 6 tetap orang.

Posko flu burung juga mendata 70 kasus bukan flu burung berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoruim yang masih dirawat di rumah sakit. Ke 70 kasus ini masih mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di 8 provinsi yaitu 42 kasus di DKI Jakarta, 9 kasus di Banten, 9 kasus di Jawa Barat, 3 kasus di Jawa Tengah, 3 kasus di Jawa Timur, 1 kasus di Sumatera Utara, 2 kasus di Sulawesi Selatan dan 1 kasus di Lampung.

Angka Kematian Kasus (Case Fatality Rate/CFR) hari ini menunjukkan perubahan pada kasus suspek dari hari sebelumnya yaitu dari 18.75 persen menjadi 20.69 persen. hal ini dikarenakan adanya penurunan 3 kasus di DKI Jakarta. Sementara pada kasus confirm dan kasus probable tidak ada perubahan yaitu masing-masing 60 persen dan 50 persen.

Sejak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung, hingga saat ini Posko melaporkan ada 8 pasien dirawat, 1 pasien baru dan 7 pasien sudah keluar dari RS Penyakit Infeksi Sulianti Suroso Jakarta, 7 pasien masih dirawat di RS Pondok Indah Jakarta, 2 pasien dirawat RS Hasan Sadikin Bandung, 5 pasien dirawat di RS Pertamina Jakarta, 1 pasien dirawat di RS Karyadi Semarang, 1 pasien dirawat di RS Abdul Muluk Lampung, 1 pasien dirawat di RS Dr Soetomo Surabaya, 1 pasien dirawat di RSAB Harapan Kita Jakarta dan 1 pasien dirawat di RS Hermina Podomoro Jakarta.

Sementara itu hasil pemeriksaan serologis dan RT-PCR Tim Surveilans di Litbangkes terhadap sampel darah dan usap tenggorok 13 orang di Kedung Gading, Kendal, Jawa Tengah yang sebelumnya ada kontak dengan kasus menunjukkan hasil negatif H5N1.

Untuk kasus demam berdarah dengue (DBD), Depkes mencatat, dari 32 provinsi yang ada, terdapat 8 provinsi yang melapor pada bulan Juni, 10 provinsi (30 RS) yang melapor bulan Juli dan 12 provinsi yang melapor bulan Agustus menemukan kasus (suspek + DBD+ DBD Shock).

Dari provinsi yang melapor tersebut ditemukan penambahan jumlah kasus yang tertinggi pada bulan Agustus yaitu pada propinsi DKI Jakarta dari 420 kasus bulan Juli menjadi 1092 kasus bulan Agustus (160 persen), kemudian disusul Provinsi Sulawesi Utara dari 8 kasus bulan Juli menjadi 15 kasus bulan Agustus (88 persen).

Sebaran DBD

Jumlah kasus yang meninggal pada bulan Juni 8 kasus, Juli 10 kasus dan Agustus 9 Kasus terdiri dari : meninggal 24 Jam setelah tiba di RS: 5 kasus di Jakarta dan Sumatera Selatan pada bulan Juni, 4 kasus di NTB dan Sumatera Barat pada bulan Juli serta 4 kasus di Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2005. Meninggal 24 jam setelah tiba di RS: 3 kasus di NTB pada bulan Juni dan 6 kasus di Jakarta pada bulan Juli serta 5 kasus di Jawa Tengah dan DKI Jakarta pada bulan Agustus 2005. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com