Buana Katulistiwa - Departemen Kesehatan melalui Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) I Nyoman Kandun mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring dengan mulai masuknya musim hujan pada November dan Desember mendatang.
Kepada pers di Jakarta, Senin (10/10) Nyoman Kandun mengingatkan, kasus DBD di sejumlah provinsi masih relatif tinggi dan keikutsertaan masyarakat berperan penting dalam meminimalkan kasus tersebut.
Sejak pertama kali muncul di Jakarta dan Surabaya tahun 1968, jumlah kasus dan daerah yang terjangkit DBD di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Tahun 2005 ini jumlah kasus DBD hingga awal bulan Oktober mencapai 50.196 kasus dan 701 diantaranya meninggal dunia dengan angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) sebesar 1,4.
Kandun memberikan contoh, kasus DBD yang cenderung meningkat dari tahun sebelumnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Nah, kata Nyoman Kandun, untuk daerah-daerah yang disebutkan tadi hendaknya waspada menghadapi bulan-bulan Oktober hingga Januari.
"Kami ingatkan supaya masyarakat melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur-Red) untuk memberantas sarang nyamuk," katanya.
Diakui, walaupun telah diupayakan penanggulangan DBD, promosi kesehatan dan profesionalisme pengelola program, namun kasus DBD belum dapat diturunkan. Kuncinya, selain koordinasi lintassektor, juga perlu mengkoordinasi masyarakat, termasuk mengoptimalkan kerja Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hadi Pratomo berpendapat, kurang efektifnya program promosi dan kampanye DBD yang dilakukan oleh pemerintah karena hanya melakukan program-program konvensional yang sudah ada.
Untuk itu, saran dia, pemerintah agar menggunakan pendekatan yang baru dalam kegiatan promosi dan sosialisasi tentang DBD dan PSN, yaitu dengan memanfaatkan media massa, utamanya media elektronik, yang dinilai sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat. (bj) Powered by AkoComment! |