Depan arrow Info GIS arrow Bakosurtanal Segera Garap Pemotretan Udara Digital Pasca Tsunami
Bakosurtanal Segera Garap Pemotretan Udara Digital Pasca Tsunami Cetak E-mail
Kamis, 17 Maret 2005

Buana Katulistiwa - Pihak Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) akan melaksanakan pekerjaan pemotretan udara digital di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara (Sumut) menyusul bencana tsunami yang melanda daerah ini 26 Desember 2004.

Menurut Kepala Bakosurtanal Rudolf Winnemar di Cibinong, Bogor, Rabu (16/3), pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bappenas dan Departemen Keuangan agar tidak terjadi tumpang tindih. Serta berjanji bahwa semua bantuan yang diberikan kepada instansinya dalam rangka pemetaan itu berdasarkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang akan diaudit oleh akuntan publik.

Pemotretan udara akan menghasilkan data baru daerah yang terkena tsunami, sehingga mampu mendukung pekerjaan perencanaan, monitoring dan evaluasi pada tahap rekontruksi Aceh dan Sumut.

Dengan menggunakan pemotretan udara hasilnya akan diperoleh foto udara untuk membuat emergency Geographic Information System (GIS), yaitu berupa database, guna membantu tahap rekontruksi di Aceh pasca bencana tsunami.

Sebab, kata Matindas, dalam melakukan rekonstruksi, dibutuhkan data baru, baik mulai dari tahap perencanaan, tata ruang rekontruksi, maupun pekerjaan monitoring dan evaluasinya.

"Data tersebut diharapkan menjadi model untuk memonitor seluruh pekerjaan rekontruksi yang dilakukan di Aceh. Siapapun yang bekerja di Aceh bisa mempergunakan data tersebut, sehingga perencanaan bisa dalam satu system," katanya.

Sebelumnya kata dia, pada tahap awal setelah tsunami banyak dipakai pemotretan dengan menggunakan citra satelit. Sedangkan untuk memperoleh basis data yang sangat detail, cara yang paling efektif adalah dengan pemotretan udara ditambah dengan teknologi yang mutakhir yaitu digital.

Mengenai kapan akan dilakukan pekerjaan pemotretan tersebut, Matindas mengatakan segera dimulai, karena saat ini mulai musim kering sehingga sangat tepat untuk melakukan pemotretan karena jika terlambat banyak gangguan asap atau berawan.

Ia mengatakan pekerjaan tersebut akan memakan waktu selama tiga bulan atau lebih cepat, sedangkan untuk pembangunan Emergency GIS database akan dilaksanakan secara pararel.

"Secara keseluruhannya pekerjaan tersebut akan selesai sebelum Desember 2005," demikian Matindas. Pada Rabu, dilakukan penandatangan penerimaan hibah dari Norwegia kepada Bakosurtanal, senilai 13.700.000 Norwegian Krone (NOK) atau sekitar Rp21 miliar, untuk melakukan pemotretan udara secara digital di daerah yang terkena bencana tsunami.

Pada acara tersebut hadir dari Kerajaan Norwegia Senior Advisor Kedutaan Kerajaan Norwegia, Fred H Nomme dan Peter Norman Hansen.


Selain Norwegia ada beberapa negara lain yang ingin membantu Indonesia dalam hal pemotretan udara digital, seperti Jepang dan negara-negara Eropa lainnya. (bj)

Komentar
BMP
Oleh taqy pada 2005-03-20 16:26:23
Bencana Membawa Proyek
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com