|
Buana Katulistiwa - Statusnya Gunung Papandayan (2.665 m dpl) sejak Kamis (16/6) telah ditingkatkan dari "Aktif Normal" ke "Waspada". Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) kemudian mengirimkan surat ke Direktur Keselamatan Penerbangan (DKP).
Menurut Kasubdit Pengamatan Gunung Api Wilayah Barat DVMBG Dr Ir Mas Atje Purbawinata di Bandung, Jawa Barat, Jum'at (17/6) pemberitahuan ke DKP tersebut merupakan prosedur untuk mengingatkan bahwa di Gunung Papandayan sedang mengalami peningkatan aktifitasnya.
Selain itu, DVMBG bersama Pos Pengamatan Papandayan meningkatkan koordinasi dengan Pemprof Jabar dan Pemkab Garut. Termasuk pemberian peringatan kepada para wisatawan ataupun pendaki untuk tidak mendekati Kawah Baru I, Kawah Baru II dan Kawah Emas. Karena di area kawah tersebut memiliki kandungan gas beracun di atas ambang batas, gas yang keluar dari kawah tersebut seperti sulfur (SO2), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) dan chloor (CO).
"Bagi masyarakat atau wisatawan yang hanya berkunjung sampai terminal Gunung Api Papandayan, masih diperbolehkan karena jaraknya cukup jauh sekitar satu kilometer menuju kawah," katanya.
Dijelaskan, suhu di Kawah Baru I dari 92 derajat celcius menjadi 94,5 derajat celcius, Kawah Baru II dari 31 derajat celcius menjadi 38,9 derajat celcius, dan Kawah Mas dari 195-224 derajat celcius menjadi 204-231 derajat celcius. Sedangkan gempa vulkanik yang paling tinggi terjadi antara 80-82 kali, gempa vulkanik B antara 72-79 kali dan gempa vulkanik A sebelas kali.
DVMBG juga telah memberangkatkan tim ahli untuk melakukan pengukuran deformasi (leveling dan EDM).
Ia menyebutkan, Gunung Api Papandayan termasuk dalam gunung api tipe strato atau struktur tanahnya berlapis-lapis antara material lava dan material lepas. Letusan hebat yang pernah terjadi di Gunung Api Papandayan terjadi pada tahun 1772 silam, yang disusul pada tahun 1923 dan 1942.
Terakhir gunung ini sempat mengalami peningkatan hingga statusnya menjadi "Awas" pada tahun 2002.(dp) Powered by AkoComment! |