Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Setelah Jember, Banjir Longsor di Banjarnegara dan Lebak
Setelah Jember, Banjir Longsor di Banjarnegara dan Lebak Cetak E-mail
Kamis, 05 Januari 2006
Buana katulistiwa - Pada saat bencana banjir dan longsor di Jember, Jawa Timur masih terus dalam proses evakuasi, daerah lainnya di Jawa Tengah, seperti Banjarnegara, juga dilanda longsor yang menyebabkan puluhan tewas. Daerah lainnya terus diminta kewaspadaan terutama untuk meninggalkan tempat-tempat rendah dan rawan longsor.

Data pada Rabu (4/1) malam dari Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jatim menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah korban menjadi 80 orang meninggal, sedangkan lainnya masih dalam pencarian.

Sementara hujan yang terus mengguyur di Kabupaten Banjarnegara, hingga Rabu (4/1) telah menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas, 93 hilang dan ribuan lainnya mengungsi. Tanah longsor terjadi di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjar Negara, Jawa Tengah pada pukul 03.00 WIB, tepatnya di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur petak 44 C.

Petak 44 C seluas dua hektare itu longsor sehingga menjatuhi desa di bawahnya yang meliputi tiga Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah warga 185 KK atau 2.665 jiwa. Hingga kemarin, proses evakuasi terus dilakukan, terutama terhadap upaya pencarian 50 orang yang tertimbun saat salat subuh di masjid dusun.

Namun, seperti pengakuan Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, tim SAR gabungan Polisi, TNI, dan warga masih kesulitan melakukan pencarian. Mereka masih mengira-ngira letak masjid karena terkubur tanah setinggi enam meter dan kubahnya terseret 100 meter.

Masih menurut Hadi Supeno, Dusun Gunungraja tertimbun sekitar 60.000 meter kubik tanah dari Gunung Pawinihan. Tim SAR masih mencari titik-titik yang diduga rumah penduduk yang tertimbun.

Sementara itu sumber Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Semarang mengingatkan, longsor kemungkinan besar masih terjadi di daerah lain di wilayah Jateng mengingat curah hujan yang turun demikian tinggi, terutama pada kontur tanah yang labil dengan kemiringannya yang cukup berbahaya.

BMG Stasiun Klimatologi Semarang menyebutkan longsor bisa terjadi pada kawasan bukit atau pegunungan yang kontur tanahnya labil. Sejumlah daerah yang rawan longsor di antaranya Pegunungan Slamet, Sindoro, Sumbing, dan Muria. Daerah itu meliputi Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Purbalingga, Jepara, Demak, dan lain-lain. Warga yang mendiami kawasan tersebut diminta waspada jika hujan lebat mulai turun.

Sedangkan dari Lebak, Banten, hujan lebat yang terus-menerus terjadi menyebabkan luapan Sungai Cimancak yang menggenangi ratusan hektar areal pesawahan siap panen di tiga desa yaitu Desa Bayah Timur, Cisuren dan Cimancak serta memporakprondakan sejumlah rumah milik warga. Dipastikan, ratusan hektar sawah siap panen rusak berat disebabkan terendamnya air dan lumpur.(ak/bj/ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com