|
Buana Katulistiwa- Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng), akhir pekan lalu, kemungkinan bisa berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Merapi, meskipun normalnya tidak ada hubungan langsung antara gempa dan gunung.
"Pusat gempa secara relatif berdekatan dengan Merapi, hanya sekitar 50 kilometer, sehingga hal ini mungkin aktivitas seismik melakukan sesuatu terhadap sistem pengisian magma," kata Brian Baptie, seismolog pada British Geological Survey, sebagaimana dikutip newscientist.com, Kamis (1/6).
"Kubah lava mudah tidak stabil, dengan menunjukkan bentuk arus piroklastik."
Meskipun tidak biasa, gempa bumi mendesak gunung untuk beraksi sebelumnya, termasuk erupsi di Alaska yang dipengaruhi oleh gelombang seismik dari gempa Samudera Hindia 24 Desember 2004.
Dalam kasus gempa Yogya-Jateng, sebelum gempa, Merapi mengeluarkan awan panas dan gas sekitar 50 kali sehari. Hari berikutnya, jumlahnya meningkat lebih dari 150 kali, membuat meningkatnya kecemasan bawha erupsi besar bisa menyerang wilayah yang sudah dirusak oleh gempa.(bj)
Powered by AkoComment! |