|
Buana Katulistiwa-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan dirinya untuk mengajarkan masalah geografi dan geologi kepada warga yang terkena gempa dan tsunami di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum'at (21/7).
Dalam kuliahnya usai Sholat Jum'at di Masjid Agung Alun-alun Pangandaran itu, Presiden Yudhoyono menerangkan bagaimana bentuk bumi serta posisi Indonesia yang dikelilingi oleh lempeng-lempeng.
Bumi itu diibaratkan oleh Yudhoyono bulat seperti jeruk dan bergerak mengitari matahari. Dan permukaannya tidak ada yang terbebas dari bencana bumi.
Indonesia sendiri, kata Presiden, berada di wilayah banyak lempeng yang menyerupai jahitan. "Setidaknya Indonesia memiliki tiga lempeng bumi, yakni, lempeng Indo Australia, lempeng Eurasia dan lempeng yang berada dari Bali sampai ke Philipina."
Lempeng tersebut sering bertabrakan, proses alam itulah yang disebut dengan gempa bumi, kendati demikian bangsa Indonesia harus tetap bersiap menghadapi musibah bencana alam.
Sehari sebelumnya, Presiden Yudhoyono telah mendapatkan masukan-masukan mengenai kondisi geografi dan geologi Indonesia dari beberapa menteri seperti Menhub Hatta Radjasa. Hal itu terjadi saat Presiden dan rombongan tiba dalam kunjungan di Pelabuhan Anyer, Banten.
Dalam kuliahnya, Presiden Yudhoyono juga mengatakan bahwa ada keuntungan meskipun Indonesia berada di daerah lempeng tersebut, yaitu Indonesia dianugerahi Allah SWT kekayaan mineral.
Presiden lantas mengajak agar semua persoalan bencana alam yang terjadi di tanah air disikapi dengan keimanan dan ketakwaan, bukan dikait-kaitkan dengan hal mistik atau irasional.
Saat berada di Pangandaran, Presiden Yudhoyono sempat mengunjungi berbagai lokasi bencana tsunami. Bersama rombongan, dia menyusuri jalan dari Cikeumbulan menuju Pantai Pangandaran sebelah barat hingga berakhir di Pos Penanganan Bencana Alam.
Di sepanjang ruas jalan yang dilalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi sejumlah menteri, seperti Menkes Siti Fadillah Supari, Menhub Hatta Radjasa, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie, menyaksikan banyak bangunan dan cafe serta rumah penduduk yang porak poranda diterjang gelombang tsunami.
Sampai di Pos Penanganan Bencana Alam, Presiden Yudhoyono berdialog dengan Gubernur Jabar Danny Setiawan perihal penanganan bencana tsunami di wilayah Jabar bagian selatan tersebut.(bj)
Powered by AkoComment! |