|
Buana Katulistiwa- Itulah tragedi yang terjadi kini di Sumatera Barat (Sumbar). Belum selesai kecemasan masyarakat di pesisir Kota Padang, Pariaman dan sekitarnya pasca gempa yang berkekuatan 6,8 Skala Richter pada Minggu (10/4), daerah inipun diganggu aktivitas gunung.
Pada Selasa (14/4) sekitar pukul 03.30 WIB, Gunung Talang (2.597 m dpl) di Kabupaten Solok, terletak 60 km ke arah timur Kota Padang mulai rewel dengan memuntahkan debu vulkanik pekat.
Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Solok, terpaksa mengevakuasi lebih dari 20 ribu warga ke lokasi yang lebih aman di Kubang Nan Duo Sirukam, Kecamatan Payuang Sakaki, GOR Batu Batupang Koto Baru, convention hall di Alahan Panjang, serta ke Dusun Rawang di Batu Barus, sejak Selasa siang.
Pengungsi ini adalah warga bermukim pada satu kilometer dari kaki gunung, berasal dari lima kecamatan yakni Lembang Jaya, Kecamatan Gunung Talang, Danau Kembar, Bukit Sundi, dan Lembah Gumanti.
Di Kecamatan Lembang Jaya tercatat lima nagari sebagai wilayah paling rawan dari ancaman Gunung Talang. Kelima nagari itu, yakni Nagari Salayo Tanang, Bukik Sileh, Nagari Batu Bajanjang, Koto Laweh, Limau Lunggo, dan Batu Banyak.
Selain itu juga dua kecamatan danau Kembar yaitu, Simpang Tanjung Nan Ampek, Nagari Kampuang Batu Dalam. Dua Kenagarian lainnya yakni Nagari Batu Barus, Air Batumbuak dan Sungai Janiah. Di Kec Lembah Gumanti yang paling rawan adalah Nagari Sungai Nanam.
Sementara di Padang, ibu kota Sumatera Barat diberitakan, gempa susulan masih mengguncang kota Padang dan sekitarnya masih membuat masyarakat cemas. Pasien-pasien di RS Jamil, Padang, misalnya, terpaksa diungsikan dan dirawat di luar gedung.
Saat gempa 6,8 Skala Richter terjadi pada hari Minggu, warga berhamburan ke luar rumah. Banyak warga yang berlari menyelamatkan diri dan mengungsi ke daerah-daerah tempat tinggi. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan yang besar dan mengakibatkan gelombang tsunami.
Sejak gempa itu, hingga pada hari Selasa (12/4) pagi pukul 7:47 telah terjadi 25 kali gempa susulan berkekuatan antara 4,5 sampai 6 Skala Richter.
Status “awas”
Dari Bandung, Jabar, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) meningkatkan status Gunung Api Talang ari ‘Waspada’ menjadi ‘Awas’ sejak Selasa.
Direktur DVMBG Yousana OP Siagian mengatakan, penetapan status Awas tersebut terkait dengan aktivitasnya yang meningkat secara sporadis sejak terjadinya gempa bumi di Mentawai pada hari Minggu (10/4) lalu.
Menurut dia, secara teoretis meningkatnya aktivitas Gunung Api Talang tersebut terkait dengan gempa yang terjadi di Mentawai. Terlebih lagi peningkatan aktivitas gunung api tersebut terjadi setelah gempa bumi di Mentawai.
Semula, status Gunung Api Talang yang bertipe ditetapkan dalam status ‘Aktif Normal’ karena tidak menunjukkan adanya peningkatan namun pasca gempa bumi tektonik di Mentawai, aktivitas berubah secara sporadis.
Sampai hari Senin (11/4) pagi, aktivitas gunung api itu terus terjadi dengan adanya gempa tektonik jauh sebanyak 24 kali dan gempa vulkanik tipe A sebanyak 158 kali.
Kemudian, sehubungan dengan aktivitasnya yang mengalami peningkatan itu, DVMBG pada hari Senin malam atau pukul 18.00 WIB, menaikkan statusnya menjadi Waspada dari Aktif Normal.
Namun, setelah terjadi letusan abu atau letusan freatik setinggi seribu meter pada hari Selasa dinihari, DVMBG menetapkan statusnya menjadi Awas. Peningkatan status itu sebagai antisipasi terjadinya letusan berikutnya, yang bersifat magmatis dengan disertai awan panas.
Langkah yang dilakukan oleh DVMBG sendiri untuk mengantisipasi terjadinya musibah bencana alam dari letusan gunung api yang tidak diinginkan, yakni, dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok serta meminta masyarakat yang tinggal di dekat puncak gunung api tersebut untuk mengungsi.
Di dekat puncak atau berjarak empat kilometer terdapat perkampungan dengan nama Bukit Sileh, dan warganya sudah diungsikan untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
DVMBG sudah mengirimkan tim tanggap darurat untuk mengevaluasi atau memantau perkembangan gunung api tersebut. (db/bj) Powered by AkoComment! |