Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Komisi PBB Serukan Percepatan Penuntasan Sistem Peringatan Dini Tsunami
Komisi PBB Serukan Percepatan Penuntasan Sistem Peringatan Dini Tsunami Cetak E-mail
Selasa, 25 Juli 2006
Buana Katulistiwa-Komisi PBB untuk Wilayah Asia menyerukan percepatan bagi tuntasnya sistem peringatan dini tsunami, setelah peristiwa terakhir tsunami di Pangandaran, Indonesia, yang menewaskan sekitar 600 orang, beberapa pekan lalu.

Tragedi ini muncul hanya kurang dari dua tahun setelah tsunami 24 Desember 2004 yang menyerang daerah-daerah seputar Samudera Hindia, yang menewaskan sekitar 220.000 orang di belasan negara.

“Tsunami Pangandaran mengingatkan kita kepada tantangan untuk mengamankan komunitas yang hidup di pantai-pantai dari akibat tsunami,” kata Kim Hak-Su, kepala UN Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Selasa (25/7).

Sementara itu, kalangan pejabat Indonesia menyebut ratusan pesan teks telah dikirimkan oleh badan meteorologi dan geofisika setelah gempa terjadi, namun semua itu baru sekadar pesan koordinasi, dan bukanlah peringatan tsunami. Seperti diketahuai, setelah tsunami Pangandaran, terjadi pula gempa yang berpusat di Selat Sunda, dan terasakan guncangannya di Jakarta dan sekitarnya.

Pengamat regional menyampaikan peringatan tsunami hanya 19 menit setelah gempa, namun jarak pada sistem peneriman di Indonesia masih sulit untuk mencapai komunitas di pinggir-pinggir pantai pada waktunya.

UNESCAP yang berkantor di Bangkok telah mencoba untuk melakukan koordinasi perencanaan sekitar kawasan ini untuk memadukan sistem peringatan dini, khususnya dalam rangka memperingatkan penduduk di sekitar pantai.

Sistem peringatan dini untuk seluruh wilayah Indonesia diperkirakan belum akan tuntas hingga tahun 2009, namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum lama ini telah membulatkan tekad akan menuntaskan sistem itu sampai tahun 2008. Presiden menyebut bahwa Pemerintah Indonesia akan membeli peralatan peringatan tsunami berapa pun harganya. (bj)

Komentar
Peringatan Dini Tsunami
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-08-28 23:47:09
Menurut saya, usaha yang akan dilakukan negara untuk membeli alat pendeteksi akan terjadinya tsunami maupun gempa harus segera dilaksanakan. Coz keadaan saat ini masih bener2 belum stabil. Di jogja aja smp beberapa minggu blkgn ini msh sring terasa gempa walaupun dgn intensitas yang tdk terlalu besar. Ini menandakan bahwa lempeng2 ini masih belum stabil dan kita msh HRS tetap waspada kalo2 sewktu2 akan tjdnya gempa. Thx
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com