Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Hutan Kalimantan dan Isinya akan Menjadi Kenangan ?
Hutan Kalimantan dan Isinya akan Menjadi Kenangan ? Cetak E-mail
Rabu, 29 Maret 2006
Buana Katulistiwa ? Tiga tahun lalu, para peneliti memotret sebuah sebuah mamalia misterius yang mirip seperti rubah di hutan Kalimantan. Para peneliti yakin ini adalah penemuan pertama spesies karnivora yang baru pada abad ini

Pada "daerah sisa" pada pulau dimana mamalia baru tersebut diberi nama Karnivora Merah Kalimantan, dipotret dengan kamera yang di pasang untuk memotret malam hari. Hewan ini sendiri sangat jarang dan tidak pernah ditangkap.

Hutan hujan yang terletak di dataran tinggi yang terpencil, dimana terdapat sungai besar berasal dan yang terlalu jauh untuk di kelola, masih tersisa karena daerahnya yang tidak rata dan jauh dari pantai.

"Pada tahun 2003, kami mengadakan operasi gabungan dengan para peneliti Malaysia dan menemukan banyak spesies yang tidak diketahui. Tiga katak ditemukan dan sedang diteliti oleh para peneliti Jerman. Kami juga menemukan lima jenis burung baru pada sebuah survei di tahun 2003", kata Gusti Sutedja, Direktur Proyek WWF Indonesia dari Taman Nasional Kayan Mentarang.

Sejak itu, beberapa spesies baru dari tumbuhan dan hewan telah ditemukan dan para pelaku konservasi percaya bahwa Kalimantan yang merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, merupakan harta karun akan adanya tumbuhan dan hewan yang eksotik menunggu untuk ditemukan.

Penemuan baru ini terjadi ditengah deforestasi yang luar biasa beberapa dekade ini oleh para penebang, membuka lahan pertanian dan perkebunan baru dengan membakar dan menebang hutan, dimana pelanggaran hukum tersebut dilakukan secara merajalela. Para pelaku konservasi berharap bahwa Kalimantan akan mengungkapkan lebih banyak rahasia, meskipun ada ancaman dari berbagai jenis serangga terhadap jenis-jenis flora dan fauna yang unik.

Beberapa pelaku konservasi yakin bahwa Kalimantan akan menjadi "Lost World" berikutnya, setelah sebelumnya pada hutan di Papua menjadi tempat ditemukannya jenis baru dari kupu-kupu, burung, dan katak. Kalimantan, pulau yang berbagi teritori dengan Indonesia, Malaysia dan Brunei, adalah rumah dari 2.000 jenis tumbuhan, lebih dari 350 jenis burung, 150 jenis reptil dan 210 jenis mamalia. Orangutan, gajah kecil, badak Kalimantan, macan tutul, beruang, dan siamang Kalimantan merupakan beberapa dari sekian banyak spesies di Kalimantan yang hampir punah.

Menurut perhitungan, area kehilangan hutan hujan Kalimantan sebanding dengan tiga kali luas negara Swiss pertahun, atau sekitar 1,3 juta hektar, hanya untuk memenuhi nafsu rakus akan kebutuhan kayu di negara-negara Asia dan "Barat".

"Hutan Indonesia telah kehilangan hutannya seluas dua juta hektar pertahun", kata Dwi R. Muhtaman seorang konsultan kehutanan Indonesia. "Dalam waktu dekat ini hutan di dataran rendah (P. Kalimantan) akan hilang".

Dan menurut Sutedja, dia tidak punya perkiraan yang tepat, tetapi dia memprediksikan rata-rata deforestasi di Kalimantan sebanding dengan luas lapangan sepakbola perhari.

Indonesia berencana mengembangkan kebun kelapa sawit di jantung Kalimantan dekat dengan perbatasan dengan Malaysia, yang juga mengancam akan kelestarian hutan alami terakhir di Asia Tenggara.

"Ada beberapa tentangan dari NGO lingkungan. Penelitian mereka mengatakan bahwa daerah hutan alami bisa berubah, dan proyek tersebut bisa mempengaruhi sungai", Kata Sutedja.

"Banjir bisa terjadi, mempengaruhi orang-orang dari suku Dayak yang hidup di hilir sungai", katanya, WWF tidak menentang rencana tersebut, tetapi yang menjadi perhatian, bahwa proyek ini harus sesuai dengan prinsip yang bersifat kelingkungan.

Menteri Lingkungan RI Rachmat Witoelar, mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk membuka perkebunan kelapa sawit telah menjadi perhatian departemennya.

"Kita akan memulai dengan menggunakan daerah yang sudah siap untuk dijadikan perkebunan. Saya secara tegas menentang ? melakukan penebangan pohon pada hutan untuk keperluan pekerbunan kelapa sawit, dimana hal ini tidak masuk akal", Kata Rachmat Witoelar dikutip dari Reuters.

Para pengamat lingkungan mengatakan ada beberapa kekhawatiran akan kerapuhan hewan-hewan dan tumbuhan pada ekosistem yang ada di pulau itu.

Menurut perkiraan 800 spesies di seluruh dunia sejak tahun 1500 telah punah, sebagian besar spesies tersebut dari ekosistem pulau-pulau dari seluruh dunia, menurut IUCN.

Organisasi-organisasi "hijau" mengatakan ratusan orangutan di Kalimantan dibunuh atau ditangkap tiap tahunnya, yang merupakan bagian perdagangan illegal dan menggiring spesies ini kearah kepunahan.

Menurut penelitian WWF dan TRAFFIC, sekitar 200 sampai 500 orangutan Kalimantan diperdagangkan di Indonesia setiap tahunnya. Sebagian dari mereka dijual ketika masih bayi untuk menjadi binatang peliharaan.

WWF memperkirakan pemburu gelap juga membunuh badak Kalimantan yang hampir punah dan sekarang hanya tinggal 13 badak Kalimantan yang hidup.

"Situasi seperti ini akan berlanjut sampai hutan hilang", kata Muhtaman.(bm/reuters)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com