Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Gempa Yogya dan Jateng, Lebih 3.651 Meninggal, 20.225 Rumah Roboh
Gempa Yogya dan Jateng, Lebih 3.651 Meninggal, 20.225 Rumah Roboh Cetak E-mail
Senin, 29 Mei 2006
Buana Katulistiwa-Hingga Minggu (28/5) siang, jumlah korban meninggal akibat gempa tektonik berkekuatan 6,3 Skala Richter (data dari USGS, data lain menyebut 5,6 SR), sebanyak 3.651, luka berat sebanyak 2.141, luka ringan sebanyak 1.362 dan kerusakan rumah sebanyak 20.225.

Korban tewas ini diperkirakan masih banyak yang belum berhasil dievakuasi dan berada di reruntuhan bangunan. Hal ini diakui Sekda Bantul Gendut Sudarto yang mengatakan masih banyak mayat yang belum bisa dievakuasi.

Dari data yang diperoleh Posko Bencana Alam Menko Kesra, hingga Minggu pukul 12.00 WIB, daerah terparah akibat gempa yang terjadi Sabtu pagi itu adalah Kabupaten/Kota di DI Yogyakarta, yakni Kabupaten Bantul (dengan 2.486 orang meninggal, 1.357 luka berat, 1.251 luka ringan dan 7.054 rumah roboh), Kabupaten Sleman (dengan 184 meninggal, 31 luka parah, 88 luka ringan, 560 rumah roboh), Kota Yogyakarta (129 meninggal, 60 luka berat, 23 luka ringan, 869 rumah roboh), Kabupaten Gunung Kidul (38 meninggal, 211 luka berat), Kabupaten Kulon Progo (15 meninggal, 183 luka berat). Kemudian Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (798 meninggal, 285 luka berat, 11.233 rumah roboh),

Tiga provinsi terimbas akibat gempa ini, yaitu DIY Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jatim. Daerah lain di Jateng yang terkena selain Kabupaten Klaten, yaitu Kabupaten Wonogiri, Purwokerto, Sukoharjo. Sedangkan Jatim yaitu Kabupaten Pacitan. Hanya saja belum ada korban pasti yang diberitakan dari daerah-daerah ini, kecuali untuk Kabupaten Magelang dengan 1 orang tewas.

Korban tewas itu berada di reruntuhan bangunan. Mereka berkoordinasi di posko bencana Kabupaten Bantul dengan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso dan Gubernur dan Wagub DIY. Satuan TNI dan Polri dibantu masyarakat dan relawan terus melakukan pencarian terhadap mayat korban gempa.

Diputi I Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Bidang Penanggulangan Bencana Alam Adang Setiana menyebut, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan ke Yogyakarta dan sekitarnya.?Tenda yang semula untuk pengungsi Merapi kini sebagian dialihkan untuk korban gempa bumi, ? katanya.

Meski demikian Adang mengatakan bahwa bencana yang terjadi di daerah Yogyakarta dan sekitarnya bukanlah bencana nasional seperti benca tsunami di Aceh, karena bencana tersebut masih bisa ditanggani oleh Pemda setempat, ?Selain itu kondisi Kantor Pemda masih bisa berfunsi, ? paparnya.

Sementara itu, walaupun bantuan sejumlah relawan, tenaga medis, dan obat-obatan sudah berdatangan sejak Sabtu, namun pihak Satkorlak DIY menilai masih diperlukan lebih banyak lagi bantuan yang dibutuhkan, khususnya menyangkut distribusinya.

Menurut sumber di Posko Satkorlak DIY, sejumlah bantuan sudah datang namun menunggu pendistribusiannya, dengan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan.Sedang diupayakan juga untuk memindahkan korban ke rumah sakit daerah lain, menyusul membludaknya korban sampai-sampai pihak rumah sakit melakukan pelayanan hingga ke halaman rumah sakit.

Menhub Hatta Radjasa memastikan Bandara Adisucipto bisa beroperasi kembali dan melayani penerbangan pada Senin (29/5. Saat ini Menhub sudah memerintahkan PT Angkasapura untuk terus melakukan perbaikan terhadap fasilitas bandara.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com