Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Gempa Nias Tanpa Tsunami, Pergeseran Sesar Kemungkinan Tegak Lurus
Gempa Nias Tanpa Tsunami, Pergeseran Sesar Kemungkinan Tegak Lurus Cetak E-mail
Rabu, 30 Maret 2005
Buana Katulistiwa- Gempa berkekuatan 8,7 skala Richter yang terjadi pada pukul 23:09:36 WIB hari Senin (28/3) malam, pada posisi pusat gempa 30 km di bawah laut di diantara Pulau Nias dan Pulau Simeuleu, merupakan gempa yang terpisah dari gempa yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Menurut penjelasan Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Drs Surono, di Bandung, Selasa (29/3) terdapat perbedaan “segmen” antara kedua gempa meskipun masih pada system sesar yang sama.

Diakuinya, proses terjadinya gempa itu sendiri sama dengan gempa bumi di NAD yang menimbulkan tsunami, akibat adanya penajaman di zona subduksi dari Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia hingga terjadi penekanan ke arah sesar.

Namun, kata dia, diperkirakan pergerakan sesar tersebut hanya tegak lurus atau sekitar 88 derajat. Itulah alasannya mengapa kecil kemungkinan diikuti oleh gelombang tsunami, sedangkan pergerakan sesar di NAD memiliki kemiringan 30 derajat hingga menimbulkan tsunami.

Pakar geologi, Prof John Katili beralasan tidak timbulnya tsunami akibat pelentingan kerak bumi (erupter) tidak mempengaruhi dasar laut. “Tidak terpengaruhinya dasar lalu menyebabkan tidak terjadinya tsunami," kata John Katili.

Katili juga mengatakan bahwa pusat gempa yang terjadi Senin malam itu berada dalam Zona Benioff atau Zona Sibdauksi, pada kedalaman sekitar 30 km di dalam bumi.

Data United States Geological Survey (USGS) menyebutkan, lokasi gempa itu sendiri terletak di 2,093 derajat Lintang Utara (LU) - 97,016 derajat Bujur Timur (BT). Atau terletak pada posisi 205 kilometer barat laut Sibolga, 245 kilometer arah barat daya Medan hingga getaran gempa dapat dirasakan oleh masyarakat Banda Aceh, NAD umumnya, Sumatera Utara, Padang, Jambi dan Pakanbaru.

USGS juga mencatat sejak gempa berkekuatan besar pada pukul 23:09:36 WIB itu, hingga Selasa sore tercatat setidaknya 15 kali gempa susulan berkekuatan antara 5-6 skala Richter. (*/bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com