|
Buana Katulistiwa - Konversi lahan dari hutan menjadi perkebunan dan pembukaan kampung di jalur lalu lintas gajah mengakibatkan menurunnya populasi gajah Sumatera.
Populasi gajah Sumatera di provinsi Riau telah menurun sekitar 75 % dalam 11 tahun terakhir ini dan bila tidak ada penanganan terpadu, diperkirakan akan punah dalam lima tahun mendatang, menurut WWF (World Wildlife Fund) hari rabu (05/04)
Faktor menurunnya populasi gajah liar tersebut akibat perusakan hutan karena pembalakan hutan dan tidak terkontrolnya konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit. Hal ini menyebabkan meningkatnya konflik antara manusia dan gajah, dimana gajah terpaksa memakan hasil kebun untuk menggantikan makanan alami mereka
Gajah yang ditembak, diracun atau ditangkap hingga mati mencapai 400 ekor, hanya di provinsi Riau saja. Investigasi WWF sejak tahun 2000, menemukan 45 gajah mati karena ditembak atau diracun oleh penduduk dan 16 orang meninggal akibat konflik dengan gajah
Sejak 23 tahun terakhir ini, hutan di Riau menurun luasnya mulai dari 6,4 juta hektar hingga menjadi 2,7 juta hektar, itu diakibatkan oleh pembalakan hutan dan pembukaan lahan untuk pertanian. Dari tahun 1999 hingga 2003, provinsi Riau kehilangan 50% populasi gajah, dengan kemungkinan yang tersisa hanya 350 ekor saja
Para pengamat lingkungan dan pejabat konservasi mengatakan bahwa perkebunan dan pembukaan kampung di jalur lalu lintas gajah menyebabkan meningkatkan konflik antara gajah dan manusia.(dap/tk) Powered by AkoComment! |