|
Buana Katulistiwa - Tim ekspedisi yang terdiri dari Direktorat Volkanologi Indonesia dan Universitas Carolina, yang diketuai oleh Haraldur Sigurdsson seorang volkanologis dari Universitas Rhode Island, menemukan pemukiman yang terkubur karena letusan Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa.
Di kutip dari AP, Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus pada 10 April 1815. mengeluarkan debu panas, gas dan batuan, diperkirakan menelan korban jiwa 88.000. Letusan tersebut empat kali lebih kuat dari letusan Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883.
Ekspedisi telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Setelah terlebih dahulu mendapat laporan dari warga setempat yang menemukan keramik-keramik dan tulang-belulang, tim tersebut melakukan deteksi bawah tanah oleh radar yang dilanjutkan dengan kegiatan penggalian. Mereka menemukan rumah dari jerami, barang-barang yang dibuat dari tanah, perunggu dan tulang dari dua manusia terdapat pada lapisan sedimen hasil letusan Gunung Tambora.
Menurut Haraldur Sigurdsson yang telah meneliti Gunung Tambora sejak tahun 1986, 10.000 orang terkubur di pemukiman tersebut. Pemukiman tersebut terkubur sedalam 10 kaki oleh reruntuhan volkanis. Dia juga menyebutkan bahwa, letusan Gunung Tambora adalah letusan yang paling besar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Letusan mengeluarkan 400 juta ton gas sulfur dioksida ke udara sejauh 43 km, yang memicu rekasi kimia di atmosfer, menyebabkan pendinginan global, para sejarahwan menyebutnya "tahun tanpa musim panas". Di Maine, AS pertanian gagal karena kebekuan pada bulan Juni, Juli dan Agustus. Pada tahun itu juga, di Perancis dan Jerman perkebunan anggur dan jagung mati atau tertunda panennya.
Penelitian tentang peradaban di Pulau Sumbawa ini dipicu oleh penelitian orang-orang Belanda dan Inggris yang mendarat di Pulau Sumbawa pada awal tahun 1800-an. Para pendatang tersebut terkejut mendengar bahasa yang mereka gunakan, karena bahasa yang mereka gunakan tidak seperti bahasa lainnya di Indonesia. Beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa bahasa mereka menyerupai orang Indochina. Tetapi ketika Belanda dan Inggris ingin melakukan pertempuran pertama ke Tambora, masyarakat tersebut telah musnah.
John Miksic, seorang arkaeolog dari Universitas Nasional Singapura, meragukan bahwa Indochina atau bahasa Indochina berasal dari daerah tersebut. Menurutnya jika ada keramik bergaya Vietnam terdapat di pulau tersebut, hal ini dimungkinkan karena adanya perdagangan.
Dua tengkorak manusia yang ditemukan, adalah seorang wanita yang berada di tempat yang menyerupai sebuah dapur dan didekatnya ditemukan sebuah pisau besar dan botol kaca yang telah meleleh, dan satu tengkorak lagi ditemukan diluar ruangan tempat tengkorak pertama ditemukan, kemungkinan tempat tersebut adalah adalah pintu depan.
Dilansir dari Reuters, rumah tempat ditemukan dua tengkorak tersebut, berdindingkan bambu dan beratapkan jerami, terbakar menjadi arang oleh abu panas yang mencapai 1.000 derajat Fahrenheit (538 derajat Celsius).
Para ilmuwan juga meneliti kandungan debu volkanis dan mendokumentasikan ukuran partikel-partikel dan jaraknya dari gunung tersebut, kata Steven Carey, Profesor dari Universitas Rhode Island. Data yang didapat, dimasukan kedalam model yang telah dibuat, yang akan mensimulasikan semburan gunung berapi dan potensial jatuhannya. Kandungan tersebut adalah faktor yang berguna untuk mencari tahu nilai letusan, berapa banyak isi yang dikeluarkan dari gunung, dan seberapa cepat semburannya. (ap/reuters/bm)
Powered by AkoComment! |