|
Buana Katulistiwa- Kejadian badai siklon tropis di Australia mempengaruhi pola angin, namun tidak selalu mempengaruhi curah hujan di Indonesia, kata Ketua BMG Sri Woro B Hardjono.
Memberikan keterangan kepada pers, di Jakarta, Kamis (2/2), Sri Woro menyebut hal itu bisa dilihat dari "clear"-nya (tidak ada hujan-Red)wilayah sepanjang Pulau Jawa terakhir ini, meskipun ada kejadian badai di Australia.
"Perhatikan saja, meskipun ada siklon belum tentu ada hujan dan setelah hujan berhenti siklon masih tetap ada. Jadi siklon tidak memengaruhi curah hujan," kata Sri Woro.
Mengenai penyebab banjir di beberapa daerah, dia menjelaskan secara umum kondisi cuaca saat ini normal namun dampaknya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya karena perubahan faktor lingkungan seperti tutupan permukaan tanah.
Sedimentasi di daerah aliran sungai dan perubahan struktur tanah yang menyebabkan perubahan aliran air, menurut dia, dapat mengakibatkan genangan bila tidak ada reservoar yang bisa menampung air jika curah hujan tinggi.
Untuk ke depan, BMG sendiri, kata Sri Woro, akan terus mengirimkan prospek perkiraan iklim dan cuaca secara berkala kepada instansi terkait dan pemda di seluruh Indonesia, sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. (bj)
Powered by AkoComment! |