Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow BMG Merilis Prakiraan Musim Kemarau 2006
BMG Merilis Prakiraan Musim Kemarau 2006 Cetak E-mail
Kamis, 09 Maret 2006
BMGBuana Katulistiwa- Bulan Juni, Juli, dan Agustus 2006 merupakan puncak musim kemarau pada 220 daerah perkiraan musim (DPM) di Indonesia. Daerah yang mengawali musim kemarau pada bulan Maret ini empat persen dari keseluruhan DPM, begitu Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Menurut Kepala BMG Sri Woro B Harijono, di Jakarta, Rabu (8/3), daerah yang memasuki musim kemarau pada bulan April 25 persen, 39 persen pada Mei, 24 persen pada Juni, tujuh persen pada Juli, dan satu persen pada Agustus.

"Kalau dilihat, Pulau Jawa masuk lebih dulu terutama untuk bagian tengah, kemudian makin ke timur makin kemarau. Jawa mulai April sepuluh hari pertama, tapi tidak semuanya karena dibagi empat wilayah yang mulai kemaraunya berbeda. Bahkan untuk Madura sudah dimulai sejak Maret," kata Sri Woro.

Lebih lanjut Sri Woro mengatakan, permulaan musim kemarau 2006 pada 94 daerah prakiraan musim di Jawa, diprakirakan mulai April 2006 sebanyak 53 DPM, bulan Juni 2006 sebanyak 14 DPM.

Apabila dibandingkan dengan rata-rata permulaan musim kemarau periode 1971-2000, maka sebanyak 42 DPM lebih awal (maju) dari rata-ratanya, sebanyak 37 DPM sama dengan rata-ratanya dan sebanyak 15 DPM lebih lambat (mundur) dari rata-ratanya.

Sedangkan untuk daerah Sumatera permulaan musim kemarau pada tahun 26 daerah prakiraan musim yang jatuh pada Mei 2006 sebanyak 18 DPM dan Juni 2006 sebanyak delapan DPM. Apabila dibandingkan dengan rata-rata permulaan musim kemarau periode 1971-2000, maka sebanyak 16 DPM lebih awal (maju) dari rata-ratanya sebanyak 7 DPM sama dengan rata-ratanya, dan sebanyak tiga DPM lebih lambat (mundur) dari rata-ratanya.

Dimulai dengan Lampung Tengah selatan, kemudian Bengkulu, Bengkalis Barat, Aceh Besar, Bangka dan sebagainya.

Untuk Kalimantan menurut Sri Woro permulaan musim kemarau 2006 pada 16 daerah prakiraan musim dan diprakirakan mulai Juni 2006 sebanyak 12 DPM, dan Juli 2006 sebanyak empat DPM.

Dimulai dengan Kapuas bagian Barat, Ketapang bagian Tenggara, Banjar bagian Tengah, Kapuas bagian Barat, Banjar bagian Selatan, Hulu Sei Selatan, Barito, Berau dan sebagainya.

Untuk Sulawesi permulaan musim kemarau 2006 pada 22 daerah dan diprakirakan mulai Mei 2006 sebanyak empat DPM, Juni 2006 sebanyak 10 DPM, dan Juli 2006 sebanyak delapan DPM.

Nusa Tenggara Barat pertama kali musim kemarau terjadi di 14 daerah prakiraan musim yang jatuh pada Maret sebanyak dua DPM danApril sebanyak 12 DPM. Maluku pada delapabn daerah dimulai pada Mei 2006 sebanyak tiga DPM, untuk Juni sebanyak lima DPM, dan Papua pada tujuh daerah yang jatuh pada Mei 2006 dan sebanyak tiga DPM pada Juni 2006 dan empat DPM pada Juli 2006 sebanyak satu DPM.

Namun, menurut Sri Woro, wilayah Indonesia termasuk wilayah yang sulit untuk diprediksi, bahkan ada 220 daerah yang sifat iklimnya berbedam sehingga sulit untuk diprediksi kapan mulai hujan atau kemarau, jadi memerlukan pengamatan lebih detail dan per daerah.

Sedangkan antisipasi, menurut Woro, BMG tidak mempunyai kewenangan untuk itu dan sifatnya hanya mempunyai tugas menyiapkan berapa curah hujannya (memprediksi), tapi kalau sampai kemarau dan banjir itu wewenang dari sisi lain. Kami hanya memprediksi curah hujannya normal atau tidak normal, ekstrim atau tidak ekstrim.

Namun biasa jika ada perkiraan akan ada curah hujan tinggi untuk Jakarta pihak BMG akan menyampaikan informasi tersebut kepada semua Walikota sampai ke Badan Pengendalian Banjir. Karena informasi tersebut dapat digunakan untuk landasan operasional mereka. Sedangkan untuk hujan buatan menurutnya itu kewenangan dari BPPT dan ada unit kerjanya. “Biasanya para user yang nanti akan menghubungi BPPT dan akan dilihat kecepatan angin memnuhi syarat atau tidak uap airnya,” ujarnya.

Sementara potensi banjir pada bulan April 2006 di antaranya Sumatera (kota Padang, Solok, dan Sangir), dan Jawa (Kertaraharja-Banjarsari, Cibodas yang merupakan daerah Pandeglang), Jawa Timur ( Kapas, Balen, Desa Sukosewu Kabupaten Bojonegero). (bj)

Komentar
Iklim melenceng dari prediksi?
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-05-09 09:06:26
well,....masih ingin tahu...prediksi iklim th 2006 ini bagaimana?..saat ini bulan may masih saja hujan turun deras dengan intensitas....apakah ada pengaruh dari global warming dan tanda2 el nina....??? 
 
Khususnya untuk bagian Kalimantan Timur?...ada info terbaru? 
Efek besar untuk perusahaan tambang batubara dalam production stage nya?....^^ 
 
Thanks
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com