|
Buana Katulistiwa – Permulaan musim kemarau 2005 di sebagian
besar wilayah di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada April, Mei
dan Juni 2005. Namun, meskipun memasuki kemarau, masih akan terjadi
hujan yang sifatnya antara “di bawah normal” (B) dan “normal”.
Perkiraan musim kemarau itu disampaikan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (11/3).
Menurut BMG, kondisi dan sifat hujan “di bawah normal” itu diperkirakan
akan terjadi pada 102 Daerah Perkiraan Musim (DPM) di Indonesia atau
46,36 persen dari total 220 DPM, sedangkan “normal” terjadi di 83 DPM
dari total 220 DPM atau sekitar 37,73 persen. BMG pada 2005
ini, mengembangkan DPM di Indonesia dari semula sebanyak 101 menjadi
220 DPM berdasarkan hasil analisis data periode 30 tahun dari
1971-2000. Sebanyak 220 DPM itu tersebar di Jawa 94 DPM, Sumatera 26
DPM, Kalimantan 16 DPM , Sulawesi 22 DPM, Bali 13 DPM, Nusa Tenggara
Barat 14 DPM, Nusa Tenggara Timur 20 DPM, Kepulauan Maluku 8 DPM dan
Papua 7 DPM. Sementara mengenai anomali suhu muka laut di
Indonesia selama musim kemarau 2005 diperkirakan wilayah perairan
bagian barat lebih panas dari rata-ratanya dengan anomali sekitar satu
(1) derajat celcius. Sedang wilayah perairan Indonesia bagian
tengah normal hingga lebih panas sekitar 0,5 derajat celcius. emudian,
wilayah perairan Indonesia bagian timur normal dengan anomali sekitar
0,5 derajat celcius.
Dengan demikian, hingga akhir 2005 diperkirakan
masih terjadi El-nino dengan intensitas lemah dan berdampak kurangnya
curah hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. (bj) Powered by AkoComment! |